Saya Mau Cepat Sembuh, Siapa Urus ODGJ

Oleh : Ibrahim Fattah.

Ibu Naomi pendamping Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ) di Parepare, Sulawesi Selatan. Tiba-tiba mengajak berdiskusi.

Oma begitu ia disapa, ingin diskusi penanganan ODGJ. Oma diundang TVRI Makassar menjadi narasumber, terkait penanganan ODGJ di Parepare, pada 18 September 2022.

Oma berpengalaman mendampingi ODGJ, butuh penguatan dari aspek perspektif dan kaitannya dengan Program MAMPU ketika Oma masih Koordinator Kelompok Konstituen (KK) Plamboyan.

“Kapan bisa bertemu,” tanya Oma via chat Whatsapp. Oma ingin berdiskusi terkait pendampingansaat Program MAMPU terbentuknya Yayasan Cahaya Pelita Sehati.

“Kita ketemu sebentar siang,” jawabkau lewat pesan watshaap, Ahad, 11 September 2022.

“Bisakah besok pagi saja karena pagi ini sampai siang saya beribadah,” pinta Oma.

“Baik, Oma,” kataku sepakat. Esok hari, Senin, 11 September 2022, pagi-pagi matahari belum menyingsing di ufuk timur, saya pulang dari salat subuh di masjid sekitar pukul 06.00, Oma sudah menunggui saya di teras rumah.

Matahari pagi mulai muncul perlahan-lahan, obrolan saya dan Oma tentang penanganan ODGJ berlangsung santai.

Oma perempuan yang mulai menua, tetapi memiliki semangat tinggi, totalitas, dan dedikasikan buat ODGJ.

Sebelum Program MAMPU berakhir, Oma mengajak saya mendirikan Yayasan Cahaya Pelita Sehati, misinya memberikan perhatian dan advokasi terhadap pelayanan ODGJ dari pemerintah.

Yayasan Cahaya Pelita Sehati yang didirikan Oma saat menjadi Koordinator KK Plamboyan. Kini Oma sudah menyerahkan kepemimpinan Kelompok Konstituen Plamboyan kepada kadernya.

Komitmen Oma kepada ODGJ patut diacungi jempol, Oma bisa berkomunikasi dengan ODGJ yang ditampung di rumahnya. Bahkan saat Oma terkena strok ringan, ODGJ orang pertama yang dipikirkannya.

“Saya mau cepat sembuh. Kalau saya sakit terus, siapa yang perhatikan ODGJ yang saya bina dan siapa yang urus makanan mereka,” kata Oma kepada saya pagi itu.

Tujuan Oma menemui saya pagi kemarin pagi-pagi buta, hanya mau berkonsultasi, meminta masukan saya untuk menyiapkan dirinya wawancara dengan TVRI Makassar.

Pendampingan Oma kepada ODGJ, salah satunya ODGJ diajarinya memilah sampah. Khusus untuk sampah palstik diajari menggunting atau merobek penutup air gelas dan membersihkannya.

Oma menjelaskan, ODGJ sudah yang bisa menggunting atau merobek sampah botol atau gelas air minral berarti si ODGJ itu sudah mulai berfungsi syarafnya.

Oma berkomunikasi dengan ODGJ menggunakan hati. Penjelasan ini sering disampaikannya kepada banyak orang.

“ODGJ itu juga punya hati. Jadi tidak usah takut berlebihan kepada mereka,” kata Oma.

Selain syaraf penderita ODGJ yang tak normal, pola makannya tidak terkontrol, gizinya tentu saja di bawah standar.

Oma yang mengajari ODGJ untuk memilah sampah dan menggunting serta membersihkannya.

Keteramplan ODGJ memilah sampah yang diinisiasi Oma untuk jangka panjang, tidak mustahil penderita ODGJ, kelak setelah sembuh lahir dan batin, bisa saja menjadi pengelola bank sampah.

Semoga proses wawancara Oma dengan TVRI Makassar, menjadi berita yang menginspirasi semua pihak agar ODGJ bisa tertangani dengan baik. (*)

__Terbit pada
13 September 2022
__Kategori
Culture, ESAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.