IAIN Parepare Peringkat 17 PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics

Peringkat Universitas Dunia, Webometrics merilis rangking Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada Juli 2022. Lembaga berpusat di Spanyol itu menetapkan IAIN Parepare di posisi ke-17 PTKIN atau posisi ke-120 perguruan tinggi terbaik Indonesia.

Rangking IAIN Parepare mengalami kenaikan signfikan di jajaran PTKIN di Indonesia. Kampus Hijau Tosca dinilai memenuhi persyaratan penilaian Webometrics.

Rapat
Rapat pimpinan dan kuliah perdana

Penilaian itu, memenuhi 3 indikator, yakni visibility (web contents impact), transparency (openness), dan excellence (scholar).

Data ini menunjukkan, salama 4 tahun terakhir, rangking IAIN Parepare, melonjak drastis, naik dari posisi 47 ke posisi 17 atau melewati 30 PTKIN.

Selain itu, IAIN Parepare juga naik dari posisi 917 ke posisi 120 perguruan tinggi se-Indonesia atau berhasil melampaui 797 perguruan tinggi.

Pada edisi Januari 2020, IAIN Parepare menempati ranking 23.911 dunia. Saat ini, IAIN Parepare berhasil melompati 17.644 perguruan tinggi menempati ranking 6.267 dunia.

Webometrics melakukan penilaian berdasarkan aspek kehadiran dan visibilitas web sebagai indikator kinerja global sebuah universitas.

Indikator-indikator itu memperhitungkan komitmen dalam mengajar, berbagai hasil penelitian, the perceived international prestige, hubungan dengan komunitas termasuk sektor industri dan ekonomi dari universitas.

Webometrics menerbitkan ranking web dari universitas di dunia setiap enam bulan sekali, yakni pada edisi Januari dan Juli.

Pada indikator impact rank, IAIN Parepare naik peringkat menjadi ranking 6 dari 59 PTKIN pada skor 1359.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak rekognisi IAIN Parepare meningkat drastis dalam aspek keterjangkauan website www.iainpare.ac.id dan banyaknya backlink/subnet yang merujuk ke IAIN Parepare

Menurut rilis webometrics, Indikator visibility atau web contents impact (dengan bobot 50 persen) menilai jumlah jaringan eksternal (subnets) yang terhubung ke halaman web institusi (dinormalisasi dan kemudian dipilih nilai maksimum).

Sementara indikator transparency atau openness (dengan bobot 10 persen) merupakan jumlah kutipan dari 210 penulis teratas yang bersumber dari Google Scholar Profiles.

Kemudian indikator excellence atau scholar (dengan bobot 40 persen) merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah di antara 10 persen teratas yang paling banyak dikutip dari 27 disiplin ilmu dengan sumber dari Scimago.

Sejak 2004, Pemeringkatan Webometrics dilakukan oleh Cybermetric Lab yang merupakan kelompok penelitian milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC).

Badan penelitian publik terbesar di Spanyol. Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap 31.000 institusi pendidikan tinggi di dunia, dari lebih 200 negara.

Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan mempromosikan publikasi website, mendukung inisiatif open access, mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah, dan materi akademik lainnya.

Rektor IAIN Parepare, Dr. Hannani, M.Ag, berharap, di masa yang akan datang capaian dalam penulisan jurnal ilmiah terus bertambah.

Selain itu, kata Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kota Parepare itu, mengajak jajarannya terus berbenah agar peringkat IAIN Parepare terus mengalami perbaikan.

“Apa yang telah dicapai ini menggambarkan bahwa IAIN Parepare sudah siap menyongsong datangnya era baru. Yakni IAIN Parepare unggul,” katanya, Ahad, 4 September 2022). (*)

__Terbit pada
5 September 2022
__Kategori
Culture, Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.