out dorr

Belajar di Luar Kelas Lebih Fresh

Rabu, pagi 31 Agustus 2022, Tuan Guru berangkat ke sekolah lebih awal. Maklum jadwal mengajar hari itu full. Udara cukup sejuk, Matahari seolah malu-malu menampakkan cahayanya. Tuan Guru bergegas, arus lalulintas di jalan raya lancar.

Setelah 15 menit berkendara, Tuan Guru tiba di depan gerbang sekolah, sohib bertugas di pagi itu melayani anak didik. Mereka menyapa, menanyakan kabar anak didiknya. Di sudut lain, sohib sibuk merapikan baju anak didiknya yang kurang rapi.

Suara toa cukup keras, sohib meminta anak didik bersihkan kelasnya sebelum pengajaran dimulai. Anak didik bertugas di pagi itu, terlihat sibuk membuang sampah yang berserakan di lantai.

“Biasakan buang sampah pada tempatnya. Lihat sampah buang, tak perlu disuruh,” kata sohib, mengajarkan pembiasaan baik di pagi itu.

Saat bel berbunyi, anak didik sudah berada di kelas, Tuan Guru bergegas menuju kelas. Pagi itu, Tuan Guru bersama anak didik belajar bersama tentang Struktur dan Funsi Akar, Batang, Dau, dan Bunga.

Tuan guru telah menyiapkan lembar kerja peserta didik dari rumah. Peserta didik dibagi enam kelompok setiap kelompok diisi 5-6 siswa.

Tuan Guru meminta anak didiknya mengamati struktur, bentuk batang, daun, bunga, dan akar pada tanaman yang ada di halaman sekolah. Mereka terlihat bersemangat belajar di luar kelas.

“Senang belajar di luar kelas, melihat langsung bentuk batang, daun, dan bunga,” kata anak didik, saat mengamati tumbuhan di taman sekolah.

Pengamatan kali ini dilakukan di luar kelas selama 40 menit, Tuan Guru mengujungi setiap kelompok membantu peserta didik yang butuh penjelasan lebih agar memudahkan mengisi lembar kerja.

Setelah mengisi lembar kerja, anak didiknya berpindah ke teras kelas. Maklum, Matahari cukup terik, keringat di wajah anak didik terlihat mengucur. Mereka duduk sambil diskusi kecil-kecilan, merampungkan lembar kerja.

Kemudian, Tuan Guru meminta anak didiknya masuk ke kelas dan duduk berdasarkan kelompoknya.
Peserta didik diminta presentasikan hasil pengamatannya. Diskusi kali ini belum maksimal. Maklum peserta didik belum terbiasa berdiskusi, menyampaikan argumen atau ide di depan teman-temannya.

Selama 2,5 tahun mereka belajar dalam jaringan (daring). Pengajaran dikendalikan sepenuhnya di orangtua. Alhamdulillah, anak didik Tuan Guru berhasil menyampaikan hasil pengamatan dan menarik kesimpulan dan mengomunikasikan hasil pengamatan di luar kelas.

Bagi Tuan Guru, apapun Kurikulum diterapkan, anak didik membutuhkan sistem pembelajaran menyenangkan. Pembelajaran monoton membuat anak didik cepat jenuh, minat dan semangat belajar turun.

Perlu membangun komunikasi guru dan peserta didik lebih harmoni. Saat ini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi bagi anak didik. Informasi yang disampaikan di kelas terkadang kurang maksimal.

Siswa lebih senang belajar di luar kelas. Membangun suasana baru. Suasana pembelajaran lebih santai, lebih fresh tetapi tetap mendidik. Memberikan pengalaman dan petualangan anak didik agar lebih akrab dengan lingkungan. Kelak, mampu menjaga dan merawat alam.

Mendekatkan anak dengan alam membuat pembelajaran lebih bermakna. Peserta didik belajar langsung dengan alam nyata. Mudah memahami. Melatih berinteraksi dengan teman, guru maupun lingkungan sekitar.

Menjadikan alam sebagai media belajar sangat menyenangkan. Pembelajaran menjadi lebih kreatif dan inovatif, peserta didik dapat mengenali dan memahami dunia nyata. Sementara, belajar di dalam kelas, terkadang hanya belajar berdasarkan teori.

Upss… Jangan lupa tetap harus memberikan pengawasan ketat agar tidak membahayakan keselamatan anak didik. Belajar di luar kelas, memiliki kelemahan, seperti konsentrasi peserta didik mudah buyar, banyaknya objek di luar yang menarik perhatian mereka.

Guru lebih sulit dalam mengelola anak didik. Di luar kelas, membuat peserta didik lebih mudah untuk mengesplore segala di alam sehingga fokus mereka terhadap guru menjadi sangat berkurang.

Selain itu, waktu menjadi tersita lebih banyak. Pembelajaran tidak terstruktur. Guru harus membimbing peserta didik lebih ekstra di saat anak didik lebih tertarik ke objek lain. (*)

 

 

__Terbit pada
1 September 2022
__Kategori
Culture, Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.