Program Inklusi, KK Siapkan Rumah Aman Korban Kekerasan

Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) merevitalisasi Kelompok Konsituen (KK) Lestari, Rabu, 23 Agustus 2022 di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Revitalisasi KK Lestari difasilitasi Andi Nila Ridha dan Abdul Samad Syam. Pada kesempatan itu peserta KK sepakat memilih Yustisiana sebagai Ketua, Sekretaris Andi Kartini, dan Bendahara Herlina.

Pengurus KK Lestari menyusun program kerja, selama satu tahun ke depan. Program itu, seperti pengadaan posko layanan berbasis komunitas berubah rumah aman.

Rumah aman ini menjadi tempat bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

KK Lestari akan menggelar pelatihan paralegal. Paralegal yang terlatih memberikan pendampingan perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

Selain itu, pengadaan kotak pengaduan layanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA) dan perlindungan sosial.

KK Lestari juga menggelar pendampingan terhadap penyandang disabilitas mendapatkan akses layanan publik. Pendataan anak putus sekolah dan panyandang disabilitas.

Mengaktifkan kembali bank sampah, mengolah sampah menjadi pupuk kompos.

Lurah Lompoe, Lahuddin, mengapresiasi program Inklusi dijalankan YLP2EM-BaKTI. Setiap kegiatan melibatkan penyandang disabiltas, lansia, dan perempuan.

“Kami siap bermitra dengan Kelompok Konstituen Lestari, menyediakan data dibutuhkan,” katanya.

Revitalisasi KK merupakan kemitraan Australia – Indonesia pada Program Inklusi. Inklusi fokus pada perlindungan perempuan dan kesetaraan gender, dan peduli disabilitas.

“Program inklusi ini mendorong agar tidak ada lagi orang yang tertinggal dari proses pembangunan. Pemberdayaan perempuan, kesataraan gender, disabilitas, dan inklusif sosial,” kata Abdul Samad Syam, Koordinator Program YLP2EM. (*)

__Terbit pada
27 Agustus 2022
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.