DIA ITU SENIORKU

Oleh : Ibrahim Fattah.

Pagi sebelum berangkat bersama rombongan ke Suppa, saya dan Pak Saleh ke Warkop Pelita mengambil baju alumni IPM .

Di Warkop Pelita, sudah menunggu Saleh Kamil bersama Dr. Rahmat Muhammad dan Letkol Dr. Muliani Halim.

Bincang santai, membuat suasana kian hangat sambil menikmati kopi dan kue-kue khas.

Andi Maskur, sang pemilik Warkop Pelita, membagikan baju T-shirt alumni IPM kepada saya dan beberapa orang lain yang datang mengambil baju alumni IPM sebelum berangkat ke Lowita, Suppa.

Setelah urusan baju alumni IPM sudah selesai, saya dan Pak Saleh kembali lagi ke Jalan Muhammadiyah. Sudah ada bus UMPAR dan bus Pemda Parepare yang parkir serta beberapa mobil pribadi.

Kita patut bersyukur pernah ikut pengkaderan IPM di masa kita sekolah. Belajar akhlak dan aqidah, belajar retorika, belajar ibadah sesuai sunnah dan yang lebih terpenting ada proses pendidikan karakter.

Sekarang pengkaderan IPM hanya terpusat di Jalan Muhammadiyah, dan pesertanya sebagian besar siswa SMP/SMA/SMK Muhammadiyah.

Sedangkan tahun 80-an, pesertanya berasal dari berbagai sekolah, bahkan didominasi siswa dari sekolah negeri. Hampir semua ketua OSIS adalah kader IPM.

Tahun 80-an belum ada android.Tetapi idealisme ber-IPM sangat kuat. IPM menyebar hingga di Lemoe, di Lumpue dan di Lapadde, di Labukkang, dll.

Salah satu tugas Forum Alumni IPM, perlu memotivasi adik-adik IPM untuk lebih giat lagi menyebarkan panji-panji IPM di sekolah-sekolah swasta dan sekolah negeri serta mengaktifkan cabang.

Di IPM itu kata almarhum KH. Iskandar Tompo, ibarat taman yang tak indah jika tak dilengkapi dengan aneka bunga. Taman dan bunga itulah yang menjadikan pemandangan itu menjadi indah.

Taman dan bunga itu saya lukiskan dalam sebuah puisi di acara reuni IPM.

Puisi ini melukiskan kisah seorang yunior yang jatuh cinta kepada seniornya. Puisi tersebut saya beri judul DIA SENIORKU.

Mulanya biasa biasa saja
Mencandai dia seniorku
Awalnya tak ada rasa
Senyum melambai malu

Senja menua enggan berlalu
Gerimis mengintip mentari
Tempuran air sungai di hulu
Sang surya telah siap kemari

Pemba’yatan sayup-sayup merdu
Peserta TM I harap harap cemas
Surah Luqman terdengar syahdu
Dia senior yang tak kan mau culas

Sepenuh jiwa dia akan berjuang
Dia menangkap makna rasa itu
Si Yunior ciut ketika berbincang
Mengapa terpaut juga rasa itu

Dia seniorku yang berfikir panjang
Bayangnya datang memberi doa
Rasa itu tak menagih seperti utang
Reuni menguatkan sebagai saudara

Semua telah berlalu, kenangan yang tak terlupakan di masa-masa aktif di IPM. Kita telah memilih jalan hidup penuh ikhtiar. Semoga Allah meridhoi aktifitas keseharian para alumni IPM Ceria.

Reuni IPM Parepare telah berhasil memilih pengurus secara aklamasi. Ketua kak Nasir, Sekretaris Kak Ruslan Amin, bendahara Jamal Razak, dan Wakil Bendahara Muslimin A.Latief.

Selanjutnya formatur ini akan melengkapi struktur pengurus Forum Alumni IPM Ceria Parepare. Pesan penting dari kak Bakhtiar Maradi. Jumlah pengurusnya jangan terlalu gemuk. (*)

__Terbit pada
17 Agustus 2022
__Kategori
ESAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *