berbagi

Jumat Berkah untuk Sesama

Fajar baru saja menyingsing, suara azan mengayun memecah kesunyian. Rabu, pagi, 27 Juli 2022, saya bersiap mengantar Ibu mengambil donasi untuk program Jumat Berkah. Program amal untuk membantu sesama.

Pagi itu, bergegas mengumpulkan donasi dari keluarga dan dermawan yang ingin berkontribusi pada Jumat Berkah di pekan terakhir Bulan Juli.

Donasi pun tidak ditentukan, tergantung keikhlasan berbagi. Sungguh mulia orang-orang baik ini.

Selain menerima dalam bentuk uang, kami juga menerima sumbangan dalam bentuk sembako ada yang menyumbangkan beras, minyak, bawang merah, kerupuk dan lainnya.

Keesokan harinya, tepatnya hari Kamis, saat sebelum matahari terbit saya bersama Ibu sudah berada di pasar. Hem… Membeli bahan-bahan untuk menu Jumat Berkah.

Saya menunggu Ibu diparkiran, bukan tidak ingin membantu membawa belanjaan, tapi Ibu lebih senang berbelanja sendiri.

“Katanya lebih cepat… Pokoknya sat set, sat set jika ia sendirian,” katanya, meminta menunggu di parkiran.

Sambil menunggu, saya mengamati aktivitas di sekitar pasar. Saya tidak bisa mengabadikan aktivitas di pasar. Maklum, saya tak membawa HP, tersimpan di rumah memakai wifi. Saya tidak memiliki kuota.

Berbagai transaksi terjadi, seperti penjual sayur dengan pembelinya, penjual ikan yang sedang sibuk tawar-menawarkan dagangannya. Di tempat lain, sejumlah anak-anak menjajakan kanton plastik.

Usai berbelanja, kami pun kembali ke rumah dan siap “bertempur” di dapur, mengolah belanjaan tersebut menjadi menu sehat.

Saya kebagian tugas-tugas ringan-ringan, seperti mengupas bawang, memotong wortel dan kentang, memotong buncis, dan memotong kertas untuk alas di nasi dos.

Jumat pagi, semua berkahnya pun tiba, kami sudah berada di dapur sejak usai salat subuh, menyiapkan segala sesuatu agar program Jumat Berkah berjalan lancar.

Sekira pukul 07.00 pagi, kami sudah mulai mengisi kotak-kotak nasi dengan berbagai lauk pauk. Kotak yang sudah terisi menu dijemput anggota tim mengantar kepada membutuhkan.

Pembagian nasi dos Jumat Berkah ini, biasanya menyasar pemulung, tukang becak, tukang parkir, dan orang-orang yang membutuhkan.

“Terima kasih Nak, sehatki selalalu,” kata penerima Jumat Berkah, sambil melafalkan doa-doa baik kepada kami.

Selain itu, biasa membagikannya ke panti asuhan yang jarang terjamah donatur. Lewat kegiatan amal ini kami berharap dapat membuka mata, meningkatkan rasa welas asih kepada sesama bagi mereka yang mampu untuk berbagi kepada sesama.

Berbagi itu bukan tentang jumlahnya, tetapi keikhlasan membantu sesama. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah Saw اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى yang artinya “tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (*)

Laporan : Andi Aliefka (Mahasiswi Jurnalistik Islam, IAIN Parepare)

__Terbit pada
30 Juli 2022
__Kategori
Culture, News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.