Nikmati Sensasi Menralo Beach

Matahari cukup terik di siang hari, menyambut kedatangan pengunjung di Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Saya bersama keluarga  melepas kepenatan setelah sepekan disibukkan ritual keluarga. Menikmati indahnya wisata baru Menralo Beach.

Pertama kali tiba di Menralo Beach, kami membeli voucher belanja yang menjadi alat tukar untuk  menikmati fasilitas dan makanan yang ada di destinasi wisata tersebut.

Menralo Beach, pantai terletak di wilayah Suppa yang dikelilingi bambu yang masih asri, siap memanjakan mata pengunjung.

Destinasi wisata  pantai dengan hamparan pasir luas dan saung sederhana di antara pohon-pohon bambu.

Sejumlah wahana baru disiapkan, seperti All terrain vehicle (ATV) ride, tour keliling, wahana lainnya di sekitar peraiaran Laut Menralo.

Selain itu, tersedia kolam renang untuk anak-anak, pemancingan umum 2 kolam, saung ukuran kecil, sedang, besar.

Sesuai dengan namanya, Menralo Beach ini memiliki hamparan pasir putih menambah keindahan pantai.

Area di sekitar pohon bambu dimanfaatkan pengelola dengan menyewakan ATV (All-Terrain Vehicle), jenis kendaraan yang digerakkan dengan mesin motor dan memiliki empat roda.

Pengunjung cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp50.000, bisa menikmati serunya mengendarai ATV selama 15 menit, sambil menikmati desiran ombak.

Pengunjung tak perlu khawatir, ombak bersahabat dengan pengunjung,  perairan dangkal sehingga anak-anak tidak hanya bisa berenang di kolam,  tetap bisa  bermain di bibir pantai. Anak-anak dan dewasa pun bisa berenang bebas atau menyewa ban pelampung.

Setelah menikmati hempasan obak, saya duduk di pinggir pantai, menikmati desir angin pantai. Memandangi  laut menggulung terpecah di bibir pantai, lalu menelusuri pinggir pantai ini dengan berjalan kaki sambil berpose-pose.

Melesat melintasi pasir putih dan mulus sesekali disapu ombak, sungguh merasakan kedamaian. Hem, hilangkan  beban sejenak.

Menikmati panorama pantai,  deburan ombak dan dari kejauhan, terlihat Kota Parepare dan Pulau Kamerrang kian memanjakan mata.

Tak terasa sudah tiga jam kami bermain di pantai ini. Suasana  tenang, dan nyaman membuat pengunjung ingin berlama -lama.

Tidak terasa langit makin meredup, Matahari berlahan menuju horison, bersiap menyalai benua lain. Memberi kehidupan pada mahkluk Bumi di belahan lain.

Kami bergegas untuk pulang ke rumah. Di Menralo Beach kita tidak bisa melihat langsung Matahari kembali ke peraduan,  tetapi bisa menikmati warna langit yang berubah menjadi jingga dan perlahan menghilang dan digantikan posisinya oleh bulan.

Suasana malam sangat tenang, desiran ombak kecil yang berkejaran sangat menghibur hati yang sedang galau.  Gendang telinga menangkap sebuah suara dari nyanyian burung penghuni hutan bambu.

Tidak terasa waktunya untuk pulang, aku tidak akan lupa dengan hari ini yang begitu menyenangkan

Pengunjung menikmati pantai dengan senyum, semua tertawa lebar, merasakan kebahagiaan berada di tempat seindah ini.

Bagi para wisatawan atau pengunjung dari luar daerah bisa menghilangkan kepenatan di akhir pekan di Menralo Beach. (*)

Laporan ST.MAHDINAR MUHSENG. (Mahasiswa Jurnalistik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, IAIN Parepare).

__Terbit pada
23 Juli 2022
__Kategori
Culture, Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *