Contohkan Adab Baik pada Anak

Hari ini, Jumat, 10 Juni 2022, mengikuti silaturahmi dengan Ayah dan Bunda, sebutan guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Andalusia, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Pada pertemuan diikuti seluruh orang tua anak didik. Ada hal menarik dan jarang dilakukan manajemen sekolah pada umumnya. Hem, orang tua dan wali kelas bersama -sama membahas kisi-kisi soal pada penilaian akhir semester genap.

Kisi-kisi berisi kompetensi dasar, materi, indikator soal, nomor soal, dan halaman buku itu, memudahkan anak didik belajar. Orang tua bisa mendampingi anaknya menghadapi ujian.

Selain membuat anak didik belajar nyaman juga membuat anak didik santai, nyaman, dan tidak tegang menghadapi ujian.

Wali Kelas, Ayah Nasir dan Bunda Elis berpesan kepada orang tua agar mendampingi buah hati belajar di rumah dengan santai sesuai jadwal ujian yang telah ditetapkan.

Bagi Ayah Nasir, pendidikan anak didik tanggung jawab bersama. Orang tua di rumah mendidik, membimbing mencontohkan hal baik.

Saat anak di sekolah, guru bertanggung jawab mendidik, membimbing, mengajar, dan menanamkan adab yang baik.

“Orang tua bersama guru mesti menjadi contoh yang baik. Contohkan adab baik, seperti makan dan minum harus pakai tangan kanan, bertutur kata yang baik.”

“Setelah belajar via daring, banyak anak didik lupa tangan kanan (biasakan makan dan minum pakai tangan kanan,” katanya disambut tawa orang tua.

“Kita ingin ada perubahan pada anak didik kita. Perubahan baik dengan nuansa islami. Apa mereka lakukan di rumah, kelihatan di sekolah, begitupun sebaliknya.”

Tumbuhkembang anak itu, kata dia, lahir dari sikap kritis anak. Sikap kritis itu sangat baik. Guru dan orang tua harus bersabar menghadapi masalah yang dihadapi anak didik.

Diakhir pertemuan Ayah Nasir dan Bunda Elis mengirim pesan via Whatsapp Grup. “Terima kasih yang tak terhingga kepad Ayah Bunda semua atas dukungannya selama ini. Permohonan maaf yang sebesar besarnya.”

“Bila selama kami menjadi Wali Kelas Ananda, terdapat banyak kekurangan dan kekhilafan, kami mohon dimaafkan.

“Saran dan masukannya sangat membantu dalam proses pengembangan diri kami, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Titip salam buat Ananda di rumah.”

Mereka menitip nasihat; kekuatan hapalan adalah Muroja’ah dan Jangan pernah Berhenti Menebar Kebaikan.

Nasihat Ayah Nasir dan Bunda Elis ini mengingatkan Tuan Guru, pada sebuah tulisan, “Apakah Anda Mencoba Jalan yang Sulit?” pada Buku Sentuhan Jiwa untuk Anak Kita karya Dr Muhammad Muhammad Badri.

Apabila Anda orang pendidik dan orang tua tidak menemukan jalan keluar dari diskusi alot dengan anak Anda tentang suatu masalah baru. Tidak bisa mengoreksi kesalahpahaman sebagaimana yang Anda inginkan; atau tidak sanggup meneguhkan suatu
gagasan yang menurut Anda harus mereka lihat dengan jelas; atau tidak kuat mengusungnya lantaran Anda tidak tega terhadap mereka.

Maka tidak usah putus asa terhadap mereka; tidak usah bersedih atas kegagalan Anda.

Cukuplah Anda perkokoh hubungan Anda dengan anak
Anda, katakan “Engkau anakku; ayah dan bunda menyayangimu.”

Ingatkanlah anak pada perilakunya yang baik: “Dulu engkau selalu berperilaku baik.”

Bedakanlah antara si anak dan perilaku buruknya, katakan “Ini adalah kelakuan yang tercela.” Jangan katakan yang melakukan itu hanya orang dungu.”

Dalam melakukan semua itu berusahalah untuk bisa membimbing tanpa marah, mengoreksi tanpa debat, mengubah perilaku dalam semenit, sambil menjaga perasaan si anak dan menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Jika Anda melalukannya, Anda termasuk orang memiliki kepiawaian nan tinggi. Selamat Mengikuti Ujian dengan Penuh Percaya Diri. (*)

__Terbit pada
10 Juni 2022
__Kategori
Culture, Lifestyle
1

One comment on “Contohkan Adab Baik pada Anak”

  1. Semoga anak-anak kita semua menjadi anak Sholeh Sholehah. Kelak apa yang kita tanam itu pula yang akan kita petik. Kebaikan dan kebiasaan baik yang kita tanamkan pada diri anak, insya Allah kebaikan pula yang akan kita rasakan nantinya. Bahagia di dunia Bahagia di akhirat. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.