Tunra

Jagalah Bumi, Tundra Siberia Terancam Hilang

Hari ini, Selasa, 7 Juni 2022, Tuan Guru menjelajahi website “bule”, Livescience, portal mengulas informasi Sains itu merilis ancaman pemenasan global. Tundra Siberia diprediksi lenyap kurang dari 500 tahun ke depan.

Lanskap ikonik itu diperkirakan menghilang tahun 2500, kecuali emisi gas rumah kaca berhasil dikurangi secara drastis. Semua pihak patut waspada dan berbuat mengatasi pemanasan global.

Menurut Ahli Ekologi dan Pemodel Hutan Stefan Kruse, fenomena ini bukan hanya akan menjadi masalah bagi keanekaragaman hayati dan budaya manusia, tetapi juga dapat memperburuk pemanasan Arktik.

Saat ini, pakar dari Alfred Wegener Institute (AWI) Helmholtz Center for Polar and Marine Research di Bremerhaven Jerman itu, mengatakan, pemanasan di Kutub Utara telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, sekitar dua kali lebih cepat dari pemanasan di seluruh dunia.

Pemanasan di Kutub Utara pada tahun 1960-2019, suhu udara naik hampir 7,2 derajat Fahrenheit (4 derajat Celcius) di seluruh wilayah Arktik. Panas ini mengurangi lapisan es laut dan mempengaruhi daratan Arktik.

Saat lapisan es Tundra mencair, kata Kruse, akan melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca yang tersimpan ke atmosfer. Kondisi ini berpotensi mempercepat pemanasan global.

Saat ini, Kruse dan rekannya, profesor AWI Ulrike Herzschuh, telah menciptakan model yang mengevaluasi bentangan penuh Tundra Siberia sepanjang 2.485 mil (4.000 km).

Para peneliti melaporkan pada 24 Mei di jurnal eLife. Dalam skenario di mana emisi karbon dikurangi nol pada tahun 2100 dan kenaikan suhu global tetap di bawah 2 derajat Celcius, diperkirakan tersisa 32,7 persen yang tersisa pada tahun 2500.

Skenario menengah di mana emisi karbon tidak menurun sampai tahun 2050 dan dipotong setengahnya pada tahun 2100, pohon larch akan menutupi semua kecuali 5,7 persen dari Tundra saat ini. Skenario global yang lebih hangat, pohon dapat menyebar ke utara sejauh 18,6 mil (30 km),

Hilangnya Tundra dapat mempengaruhi pemanasan di masa depan. Padang rumput yang berlumut dan semak dengan pohon-pohon tinggi dapat memperburuk keadaan.

Panas tambahan ini dapat mempercepat dan memperdalam pencairan lapisan es tundra, yang menyimpan sejumlah besar gas rumah kaca — hingga 1.400 gigaton secara global.

Semua pihak mesti mendorong pengurangan emisi bahan bakar fosil secara drastis. Selain iru, pentingnya konservasi alam untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global. (*)

Sumber : https://www.livescience.com/vanishing-siberian-tundra

__Terbit pada
7 Juni 2022
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *