Muh Arsyad

PENUTUP

Oleh : Dr. Ir. Drs. H. Muhammad Arsyad, A.Md, M.T, IPM

Al-Qur’an beserta ayat-ayatnya  yang dibahas selama sebulan ini, memberikan energi baru untuk terus mencari, menghayati, menelaah dan mengamalkan isinya.

Dalam Kitab Majmu Al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah Al-Futuhuat al-Ilahiyah, Imam Syafi’i mengurai, jumlah huruf-huruf dalam Al-Qur’an sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf.

Namun, beberapa ulama besar memberikan jumlah yang berbeda. Perbedaan ini tergantung metode yang digunakan. Jumlah kata di dalam Quran adalah 77.449 kata (tujuh puluh tujuh ribu empat ratus empat puluh sembilan kata).

Sedangkan jumlah ayatnya, ada lebih dari enam ribu ayat. Beberapa ulama mengatakan 6.236 ayat, sedang yang lainnya mengatakan 6204 atau 6226, dan lain sebagainya.

Ayat-ayat yang dikupas seperti yang dikemukakan oleh penulis buku aslinya, diperuntukkan untuk memerlihatkan mukjizat Al-Qur’an yang bersesuaian dengan perkembangam teknologi.

Saintis yang berkaitan dengan anatomi manusia, dibuat terpedaya atas kandungan ayat yang menerangkan ciptaan manusia dan lainnya.

Saya mencoba untuk menelaah ulang berdasarkan kemampuan saya pribadi.  Sebagai pengajar matakuliah Ilmu Kebumian di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga diberi sedikit ilmu Fisika sehingga terbiasa dengan hitung menghitung dan melakukan pengukuran.

Itulah sebabnya, saya memulai denganPengantar Ilmu dalam Islam, Beberapa kejadian alam, seperti banjir besar Nabi Nuh, Ashabul Kahfi, Laut Mati, Mukjizat angka dalam al-Qur’an dan Misteri angka 19.

Kemudian bahasan tentang proses penciptaan manusia, dimulai dari sulala, alaqah, mudhghah, sampai proses persalinan. Kelengkapan alat indra manusia yang digunakan sebagai khalifah tul fil ardh, otot dan proses pembentukannya.

Selain itu, saya juga mengupas mata dan penglihatan, telinga dan pendengaran, jantung, dan pada bagian akhir adalah Manusia sebagai ciptaan paling sempurna.

Perhitungan yang diungkapkan dalam telaah buku ini banyak bersumber dari sumber online, seperti beberapa jurnal dari kampus UIN, UNS.ac.id, alodokter.com, Republika online.

Beberapa penulis yang “mewakafkan” dirinya untuk memberi sumbangsih pada dunia pengetahuan  dan penulis lainnya yang saya tidakp dapat sebutkan satu persatu.

Hanya kepada Allah swt jualah semua muara amal kebajikan itu. Ya Allah, jika dalam menulis ini ada pahala untuk saya, maka cukupkanlah pahala itu untuk kedua orangtua saya dan guru-guru saya yang telah mengajar saya dengan ikhlas.

Namun, jika ada kesalahan yang terjadi itu adalah murni dari ketidakmampuan saya semata sebagai manusia.

Pada akhirnya, perkenankan saya mengucapkan

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ

Insyaallah di bulan Ramadan 1444 H kita bersama menemuinya dan membahas bahasan lain. Aamiin YRA. Allahu a’lam bisshawab! (*)

Penulis adalah Pengajar Mk. Ilmu-ilmu Kebumian di Universitas Negeri Makassar dan Peneliti Karst.

__Terbit pada
2 Mei 2022
__Kategori
Ramadhan, Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.