Efek rumah kaca

Ayo Tanam Pohon Atasi Efek Rumah Kaca

“Cuaca gerah banget, saya di rumah saja dan tidak banyak gerak, tapi terasa panas dan keringetan. Apalagi kalau ke luar rumah, panasnya terasa terik,” kata anak didik Tuan Guru.

“Ya. Sekarang, cuaca makin tidak menentu. Ini gara-gara pemanasan global,” kata Tuan Guru singkat, saat berdiskusi soal pemanasan global bersama anak didiknya.

“Wah, apa itu pemanasan global, Pak?”

Suhu rata-rata di permukaan Bumi terus meningkat akibat kegiatan manusia yang tidak ramah dengan alam.

“Kok bisa?”

Kegiatan manusia menghasilkan gas pencemar atau polutan yang banyak
mengandung karbon dioksida yang dapat merusak atmosfer. Tuan Guru mencontohkan, asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan masih banyak yang lain.

Tuan Guru menceritakan, polutan itu bercampur dengan udara, lalu naik ke atmosfer, terjadilah keadaan yang disebut efek rumah kaca.

“Gas-gas pencemar itu dapat berubah menjadi kaca?”

“Tidak. Itu hanya istilah. Prosesnya seperti berikut Sinar Matahari mengenai Bumi. Oleh Bumi, panas diserap lalu dipantulkan kembali ke luar angkasa.”

“Jika atmosfer kita ada gas karbon dioksida, maka sinar ini akan diserap oleh gas dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibanya Bumi makin panas,” kata Tuan Guru.

Tuan Guru menjelaskan, efek rumah kaca itu fenomena ketika panas matahari di Bumi terperangkap, sehingga Bumi menjadi semakin panas. Mirip dengan rumah kaca yang digunakan untuk menanam tanaman, kan?.

Sebenarnya, dalam jumlah tertentu, efek rumah kaca ini juga dibutuhkan Bumi. Efek rumah kaca ini dibutuhkan Bumi untuk menjaga interval perbedaan suhu di siang hari dan di malam hari supaya tidak terlalu berbeda.

Meskipun demikian, kalau terlalu banyak panas Matahari yang terperangkap bisa membahayakan juga. Peningkatan jumlah emisi gas karbon dioksida dan karbon monoksida harus dikurangi.

“Kok bisa meningkat sih jumlah emisi gasnya?”

“Bisa dong, apalagi kalau kamu sering banget menggunakan pendingin ruangan atau kendaraan bermotor,” jawab Tuan Guru.

Apalagi saat ini, lahan hijau di Bumi kita ini sudah semakin berkurang karena banyaknya penebangan liar. Hutan dibabat, gunung diratakan untuk tempat tinggal dan idustri. Pemanasan global jadi semakin meningkat.

Suhu Bumi pun naik dan bisa menyebabkan perubahan iklim, seperti hujan lebat, badai, dan angin kencang.

Jika masih banyak tumbuhan hijau bernapas, ia akan menyerap karbon dioksida. Hutan-hutan merupakan alat ampuh melawan pemanasan global karena mampu menyerap banyak karbon dioksida.

Tuan Guru mengajak anak didiknya, merawat dan melesterikan alam dengan banyak menanam pohon. Menanam pohon kita cegah pemanasan global dan membuat suhu Bumi tetap sejuk.

“Kalau begitu, es di kutub pun bisa mencair?”

Benar Jika itu terjadi, maka permukaan air laut akan naik. Pulau-pulau kecil bisa tenggelam. Itulah salah satu penyebab efek rumah kaca, gas-gas polutan dapat menimbulkan gejala yang disebut hujan asam.

“Apa maksudnya, Pak?”

Hujan itu mengandung asam. Asam adalah zat yang banyak mengandung ion hidrogen. Hujan asam tebentuk dari gas buangan bahan bakar minyak yang bercampur dengan air hujan.

Gas polutan yang mengakibatkan hujan asam itu sulfur dioksida dan nitrogen dioksida. Sulfur dioksida akan bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat.

Nitrogen dioksidaakan bereaksi dengan air menghasilkan asam nitrat. Sifatnya yang asam dapat membuat bahan-bahan dan logam menjadi berkarat.

Hujan asam ini juga berbahaya bagi tumbuhan dan hewan. Jika air yang kita minum terkena hujan asam, maka kita bisa mengalami gangguan kesehatan, seperti bronkhitis, asma, dan gangguan paru-paru

Polutan lain yang sangat berbahaya adalah karbon monoksida. Gas ini dihasilkan dari bahan bakar minyak (bensin) yang terbakar tidak sempurna di kendaraan bermotor dan dari pabrik-pabik.

Ketika kita menghisap gas karbon monoksida, gas ini akan segera diserap oleh darah (butir darah merah lebih suka mengikat karbon monoksida dibandinglan oksigen). Akibatnya darah akan kekurangan oksigen. (*)
Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
Ruan Guru
Ilustrasi Efek Rumah Kaca (giphy.com diunduh via ruangguru.com)

__Terbit pada
16 Desember 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.