Batuan

Ini Proses Terbentuknya Batuan

“Wah, banyak sekali jenis batuan di sini. Gimana proses terjadinya batuan itu?”

Batuan terbentuk oleh proses fisika yang terjadi di alam. Berdasarkan proses pembentukannya, batuan digolongkan dalam 3 jenis. yakni  batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan/metamorf.

Batuan Beku
Batuan beku berasal dari magma yang membeku. Ketika magma keluar akan membeku. Ada yang membeku dengan cepat batu obsidian tajam dan halus. Ada juga yang membeku lambat menghasilkan batu granit yang berwarna warni.

Karena membeku sangat lambat, batu granit sangat kasar. Ada magma yang banyak mengandung gas. Ketika membeku magma akan membentuk batuan apung yang sangat ringan (karena banyak gas yang terperangkap di dalamnya.

Batuan beku juga dibedakan sesuai tempat di mana membeku. Pertama, batuan beku yang tertahan di dalam litosfer=batuan beku plutonik atau intrusif bentuk kristal besar-besar.

Kedua, batuan beku yang terdorong keluar=batuan beku ektrusif, bentuk kristal halus atau tidak berbentuk kristal.

Ketiga, batuan yang teselip di antara lapsan-lapisan litosfer=batuan porfirik, bentuk kristal kecil.

Lalu berdasarkan tempat dan bentuknya, batuan intrusif dibagi beberapa jenis, sebagai berikut.
1. Tanggul, magma yang mengeras di dalam celah yang dilewati. Posisi tanggul bermacan-macam ada yang sejajar atau mirip janri-jari roda.
2. Ambang seperti tanggul, tapi mendatar.
3. Lakolit magma yang tidak mampu menembus batuan di atasnya. berbentuk mencuat seperti jamur payung dengan dasar yang rata.
4. Magma yang tersumbat pada leher gunung berapi membentuk leher vulkanik. Berbentuk silinder dengan diameter mencapai 1 kilometer.
5. Stok adalah magma yang membeku di bawah leher gunung berapi. Stok berkaitan dengan aktivitas vulkanis gunung berapi aktif
6.Bayolit adalah batuan beku intrusif di daerah yang luas. Batolit sering menjadi inti barisan pegunungan. Contoh batoit adalah Pegunungan bukit Barsan. Perbedaan lakolit dan batolit yaitu batolit tidak memiliki dasar yang rata seperii lakolit.

“Seperti pribahasa saja. lain tempat lain ikannya, lain proses lain nama batuannya. Saya jadi mengerti deh, bahwa batuan beku sebagian besar berada di lapisan dalam litosfer,” kata anak didik.

Inilah contoh batuan beku. Pertama, granit merupakan campuran mineral kuarsa dan felspar. Berbentuk tidak beraturan dan merupakan mater intrusif yang berada di dalam.

Ada juga granit campuran dari mineral hornolblende dan mika yang disebut biotit. Jenis lain adalah pegmatit yang berasal dari mika
dan tanggul, berbentuk butiran kasar. Granit banyak digunakan sebagai lantai di tempat tempat puplik dan komesial.

Kedua, diont merupakan campuran mineral felspar dengan mineral berwarna gelap. Pada zaman dulu, diont banyak digunakan untuk membuat patung dan batu jalanan karena sangat keras.

Ketiga, basal, batuan beku ekstrusif yang tersebar di tempat luas, mudah ditemukan di sekeliling kita, berwarna hitam, putih, atau abu-abu.

“Cobek yang digunakan Ibu untuk membuat sambal ternyata batu basal,” kata anak didik.

“Saya lanjutkan ya,” kata Tuan Guru.

Keempat, andesit, batuan berbutir halus dan banyak ditemukan di wilayah Samudera Pasifik yang merupakan daerah tempat pembentukan gunung.

Keliman, riolit batuan ekstrusif dengan komposisi seperti granit tapi pembentuknya Sangat halus.

Keenam, obsidian, batuan ekstrusif yang licin berwarna hitam atau cokelat. Pemukaannya halus dan tajam. Orang purba menggunakan batu obsidian untuk senjata tajam.

Saat ini, obsidian digunakan sebagai bahan untuk membuat pisau bedah berkualitas tinggi karena sangat tajam.

“Pak, mengapa butiran batuan ada yang halus dan ada yang kasar?”

Kasar halusnya batuan bergantung kepada lama waktu pembentukannya. Batuan yang kasar adalah batuan yang membeku sangat lambat. Umumnya terbentuk di kedalaman, sedangkan batuan halus terbentuk sangat cepat di permukaan Bumi.

Batuan Paling Keras
Friedrich Mohs (1773-1839). Pada tahun 1812, ia bertugas sebagai profesor mineralogi di Garz, Austria Saat itu, Mosh membuat skala untuk mengukurnya kerasnya dan mineral.

Tingkat kekerasan sebuah batuan atau mineral berarti menunjukkan kerahanan
terhadap goresan.

Skala itu dari 1 (paling lunak) sampai 10 (paling keras).Kemudian dikenal dengan skala Mohs. Ya, namanya yang dipakai. Benda yang paling keras berada pada
skala 10, yaitu berlian Tidak ada satu batuan pun yang mampu menggores berlian.

Urutan batuan, mulai paling lunal, Talk, Gipsum, Kalsit, Fluorit, Apatit, Feldspar, Kuarsa
Topaz, Safir, dan Berilan.(*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
Ilustrasi pembentukan batuan (saintif.com)

__Terbit pada
15 Desember 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.