Fase Bulan

Mengapa Bentuk Bulan Berubah-Ubah?

Jika kita melihat Bulan, terdapat bagian yang gelap dan terang. Bagian gelap disebut Maria. Maria itu bekas aliran lava yang terjadi sekitar 3 miliar tahun, lalu.

Maria ditutupi batuan basal. Batuan biasa ditemukan di pegunungan berapi di Bumi. Batuan basal terdiri dari besi, titanium, dan magnesium.

Bagian terang adalah dataran tinggi Bulan dan disebut Tera yang dipenuhi oleh bekas tumbukan meteoroid.

“Empat hari lalu, saya melihat Bulan bentuknya tepat setengah, tetapi hari ini bulat sempurna. Mengapa berubah-ubah terus ya,” tanya anak didik Tuan Guru.

“Kamu pasti salah menghitung hari. Coba deh ingat-ingat lagi. Kamu melihat Bulan setengah pasti seminggu sebelumnya,” jawab Tuan Guru.

“Oh benar. Saya lupa. Kok, Pak tahu sih?”

“Tahu dong. Kalau kamu mau tahu juga, ayo belajar tentang Fase Bulan. Fase Bulan itu perbedaan bentuk-bentuk Bulan yang dilihat di Bumi.
“Apa sih yang menyebabkan bentuk Bulan berubah-ubah?”

Penyebabnya karena bagian Bulan yang terkena Matahari berbeda -beda bergantung pada posisi Matahari, Bulan, dan Bumi. Siklus fase Bulan adalah 29,5 hari. Sama dengan periode sinodis Bulan.

Antara fase Bulan baru, setengah awal, purnama, dan setengah akhir
kira kira berjarak seminggu.

Setiap fase Bulan memiliki waktu terbit dan terbenamnya sendiri. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk menyelesaikan satu putaran kan 29,5 hari. Sedangkan satu hari ada 24 jam. Berarti, Bulan akan bergeser sejauh 24/29,5 =0,81 jam per hari atau 49 menit.

Fase bulan itu bentuk Bulan jika dilihat dari bumi. Perubahan ini terjadi karena Bulan berputar mengelilingi Bumi (Revolusi Bulan).

Bumi bergerak mengelilingi Matahari. Bulan berputar mengelilingi Bumi dari barat menuju timur. Sekali berevolusi terhadap Bumi, membutuhkan waktu 29,5 hari. Yuk simak fase Bulan berikut ini:

Pertama, Bulan Baru. Pada fase ini Bulan menjadi konjungsi antara  Matahari dan Bumi. Pada fase ini yang memungkinkan terjadinya gerhana Matahari.

Cahaya matahari yang seharusnya menyinari Bumi terhalang Bulan. Bagian bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari.

Kedua, Hilal awal bulan/bulan sabit awal. Setelah mengalami bulan baru, Bulan bergerak meninggalkan konjungsi (titik tengah antara matahari dan bumi).

Pada fase ini, bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari hanya kurang dari setengah. Sehingga kita dari bumi akan terlihat bulan menyerupai bentuk seperti sabit. Fase ini terjadi pada hari ke-1, 2, dan 3.

Ketiga, Paruh Awal. Bulan terus bergerak, seperempat lingkaran dari posisi awal. Posisinya sudah pas, bagian Matahari yang bersinar pun tepat terkena di setengah bagian bulan. Fase ini, kita melihat bulan berbentuk setengah lingkaran. Fase ini terjadi pada tanggal 6, 7, dan 8.

Keempat, Cembung Awal. Setelah melewati seperempat putaran Bulan. Saat ini, bulan berada agak “di belakang” Bumi. Bagian yang terkena cahaya Matahari adalah ¾-nya. Kita melihat bulan dari Bumi, bentuknya menjadi cembung (bagian ¾ bulan). Fase ini terjadi di hari ke 10, 11, dan 12.

Kelima, Bulan Purnama. Fase di mana Matahari, Bumi, dan Bulan, berada pada satu garis lurus. Bulan berada di belakang Bumi. Sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan, tertutup Bumi yang ukurannya lebih besar. Hasilnya, bulan terlihat bulat sempurna. Pada fase ini dapat memunculkan fenomena gerhana Bulan. Fase ini terjadi di hari ke-13, 14, dan 15.

Keenam, Cembung Akhir. Fase bulan kembali ke awal. Pergerakan bulan terus ke barat sehingga cahaya Matahari sedikit tertutup Bumi. Bulan terlihat cembung (3/4 bagian Bulan) dari Bumi. Fase ini terjadi di hari ke-17, 18, dan 19.

Ketujuh, Paruh Akhir. Fase ini adalah saat di mana posisi bulan sudah mencapai ¾ putaran. Cahaya matahari menyinari setengah bagian bulan. Bulan terlihat dari Bumi setengah lingkaran. Fase ini terjadi di tanggal 21, 22, dan 23.

Delapan, Hilal Akhir Bulan/Bulan Sabit Akhir. Fase ini, Bulan kembali berbentuk sabit. Saat ini, Bulan sudah hampir mengitari Bumi sebanyak satu putaran penuh.

Fase ini terjadi di tanggal 27, 28, dan 29. Setelah fase ini, bulan akhirnya kembali ke posisi awal, di mana Bulan berada di depan Bumi dan kembali tidak terlihat. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
RuangGuru. Com
IPA Terpadu Kurikulum 2013, Kemdikbud.
Ilustrasi fase Bulan (space.com diunduh dari Ruang Guru)

__Terbit pada
9 Desember 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.