BUMI

Gerakan Bumi dan Fenomena yang Ditimbulkan

“Mana lebih dahulu dibuktikan, Bumi itu bulat atau Bumi mengelilingi Matahari,” tanya Tuan Guru kepada anak didiknya.

“Pak, saya pernah baca bahwa pelayaran Ferdinand Magellan tahun 1519, membuktikan Bumi itu bulat. Sedangkan pembuktian Bumi mengeliingi Matahari dilakukan oleh Galileo tahun 1610,” jawab anak didik Tuan Guru.

“Bagus sekali. Sebenarnya kedua hal ini sudah dipikirkan orang sejak jaman dahulu,” kata Tuan Guru.

Filsuf Yunani Aristoteles (384322 SM) menyimpulkan, Bumi itu bulat dengan melihat bayangan Bumi di permukaan Bulan saat terjadi gerhana Bulan.

Namun saat itu, kata Tuan Guru, orang masih menganggap Bumi itu datar dan terletak di punggung kura kura.

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan Aristoteles ada seorang ilmuwan dari Samos bernama Aristarchus, berpikir bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari, bukan sebaliknya.

Aristarchus (310-230 SM) mengamati gerhana Bulan, ia menyimpulkan bahwa Matahari 19 kali lebih besar daripada Bulan. Bulan berdiameter 1/2 kali Bumi.

Menurnut Aristarchus, benda yang lebih besar tidak mungkin mengeliingi benda yang lebih kecil.

Selain itu, Jean Bernard-Leon Foucault, seorang fisikawan Perancis mendemonstrasikan rotasi Bumi dengan Pendulum Foucault. Pendulum Foucault terbuat dan bola besi berat yang digantung dengan tali panjang. Bola besi itu menyentuh alas pasir.

Kalau Bumi tidak berotasi, lintasan jejak pasir akan berbentuk garis lurus. Namun, karena Bumi berotasi, lintasan yang terihat ikut terputar.

Disimpulkan bahwa Bumi itu bulat, berotasi pada sumbunya, dan mengelilingi Matahari.

Zona Waktu
“Halo, selamat pagi, Pak” kata anak didik Tuan Guru
“Hey, kamu lupa ya? Sekarang saya kan ada di Jayapura. Di sini sudah jam 11 siang,” jawab Tuan Guru.

“Oh iya, Pak. Saya lupa, makin ke timur waktunya semakin maju,” kata anak didiknya.

Bumi kita berotasi. Satu putaran 23 jam 56 menit. Akibat putaran Bumi, maka ada siang dan malam. Jika saat ini, di Jakarta siang hari, maka 12 jam kemudian di Jakarta malam hari.

Bumi kita berotasi dari barat ke timur. Itu sebabnya Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat.

Jika dilihat dari Kutub Utara, maka Bumi kita berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Tetapi jika dilihat dari Kutub Selatan, maka Bumi berputar searah dengan jarum jam.

Tuan menerangkan, bagian timur Bumi akan terkena sinar Matahari lebih dulu, maka muncullah ide untuk membagi Bumi menjadi beberapa zona waktu.

Berikut ini penjelasan zona-zona waktu di dunia:
1. Bumi Kita mempunyai koordinat geografis lintang dan bujur. Garis mendatar dinamakan garis lintang. Garis vertikal dinamakan garis bujur.

Ekuator atau khatulistiwa terletak pada garis lintang 0 derajat. Garis-garis lintang di utara ekuator dinamakan garis lintang utara (LU): 0 derajat LU 90 derajat LU.

Garis-garis lintang di selatan ekuator dinamakan garis lintang selatan (LS) 0 LS-90 derajat LS.

Kota Greenwich terletak pada garis bujur 0 derajat. Garis-garis bujur di sebelah barat garis ini dinamakan garis bujur barat (BB): 0 derajat BB-180 derajat BB.

Garis-garis bujur di sebelah tumur garis ini dinamakan garis bujur timur (BT):0 derajat BT-180 derajat BT.

2. Zona waktu dibuat dengan membuat 24 garis bujur.

3. Pembagian zona waktu. Jika Kota Greenwich jam 00.00 (tengah malam), maka daerah di sebelah timurnya bertambah waktunya, misalnya di Jakarta, saat itu Jam 07.00.

Daerah di sebelah barat Greenwich berkurang waktunya. Misalnya di San Francisco, saat itu jam 16.00 hari sebelumnya.

4. Indonesia terletak pada 97 derajat BT-141 BT, karena itu, Indonesia dibagi menjadi 3 daerah waktu, yaitu Waktu Indoneisa Bagian Barat, Waktu Indonesia Bagian Tengah dan Waktu Indonesia Bagian Timur.

5. Ada negara-negara, seperti China. Mereka sebenarnya terdiri dari 5 zona waktu, namun mereka ingin semua disatukan dalam zona waktu.
Waktu mereka sama dengan Indonesia bagian tengah.

6. Singapure sebenarnya lebih tepat sama waktunya dengan Waktu Indonesia Bagian Barat, namun ia memilih sama dengan zona Waktu Indonesia Bagian Tengah. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
IPA Terpadu Kurikulum 2013, Kemdikbu
Animasi Rotasi Bumi (learner.org diunduh dari sainsmania.com)

__Terbit pada
5 Desember 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.