Saturnus

Duhai Pesona Saturnus, Dikelilingi 35 Pendamping Setia

Kalau kita ihat dari jauh, pesona planet Saturnus
sangat indah. “Coba kalian perhatikan apa yang membuatnya indah?”

“Cincinnya. Pak, cincin Saturnus terbuat dari mana,” tanya anak didik Tuan Guru.

Cincin Saturnus, kata Tuan Guru, terdiri dari bongkahan es yang tersebar sangat lebar, tetapi tipis.

Radiusnya mencapai 250 ribu kilometer, tebalnya antara 100 meter sampai 1 kilometer.

Cincin ini memantulkan 70 persen dari cahaya yang diterimanya. Itu sebabnya cincin Saturnus kelihatan sangat terang.

“Coba kalian amati berapa besar bongkahan-bongkahan es ini,” kata Tuan Guru, sambil memberikan foto permukaan Saturnus.

“Pak, ada yang kecil seukuran pasir, tetapi ada yang besar seukuran
rumah. Kebanyakan sebesar kepalan tangan.”

“Nah, sekarang coba kamu bergerak bolak balik, selidiki apakah setiap planet Jovian punya cincin?”

“Pak, ternyata setiap planet Jovian punya cincin! Pada Yupiter, ukuran cincinnya cukup besar, tetapi partikel-partikel pembentuknya kecil.”

Cincin-cincin Uranus dan Neptunus kecil. Cincin-cincin ini memantulkan sedikit cahaya Matahari.

“Pak, apakah cincin planet Jovian ini permanen?”

“Ho, ho, tidak. Cincin ini berumur sementara, mereka bisa hilang tertumbuk benda-benda dari luar angkasa lainnya,” ujar Tuan Guru.

Atmosfer di sini tampak sangat tebal dua kali lebih tebal dengan atmosfer Yupiter.

Betul, hal ini disebabkan karena suhu di Saturnus lebih rendah daripada suhu di Yupiter dan gravitasinya sangat besar.

Selain itu, kata Tuan Guru, Saturnus memiliki badai raksasa yang terlihat oleh Voyager, namanya bintik hitam atau Great Dark.

Bintik hitam ini sangat besar, kira-kira besarnya, seperti Benua Eropa dan Asia digabung menjadi satu, serta berlangsung selama 300 tahun.

Saturnus merupakan benda langit yang sangat mempesona karena cincinya. Cincin Saturnus kelihatan lebih lebar dibandingkan cincin planet lain, karena terdiri atas ratusan cincin kecil. Cincin tersusun dari gas beku butiran-butiran debu.

Keindahan Saturnus ini tidak begitu menonjol karena letaknya sangat jauh. Saturnus berjarak 1.428 juta kilometer dari matahari, jarak ini hampir 10 kali bumi-matahari.

Saturnus berdiameter sekitar 120.000 kilometer dan merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter.

Periode revolusinya 29,5 tahun; sedangkan periode rotasinya sangat cepat yaitu 10,6 jam. Karena kerapatannya rendah dan berotasi cepat menyebabkan Saturnus bentuknya pipih. Saturnus memiliki 35 satelit, yang terbesar yaitu Titan.

Satelit Pendamping
Nah kita sudah sampai di Satelit Titan pendamping Saturnus.
“Wah, Pak,ini beda dengan keempat satelit Yupiter. Di Titan ini atmosfernya sangat tebal, 1,5 kali tebal atmosfer Bumi,” anak didik Tuan Guru.

Ya, ini yang membuat para imuwan penasaran. Mereka sudah mengirim Wahana Huygens untuk meneliti ini. “Menurut kamu, mengapa atmosfer Titan tebal?”

Yang menentukan tebal tidaknya atmosfer adalah gravitasi dan temperatur. Kalau dilihat dari ukurannya, Titan lebih kecil daripada Mars sehingga gravitasinya pasti lebih kecil daripada Mars.

Dengan gravitasi sekecil itu, tidak mungkin atmosfer Titan lebih tebal daripada atmosfer Mars. “Jadi apa penyebab atmosfer Titan tebal?’

Pasti karena temperatur yang lebih dingin. Pada suhu dingin, molekul-molekul bergerak lebih lambat. Akibatnya, molekul-molekul gas tidak bisa lepas dari Titan, membentuk lapisan atmosfer yang tebal

“Bagus, kalian memang luar biasa,” puji Tuan Guru.
“Hehe. Siapa dulu dong yang ngajarin kita.”
“Coba kamu cek, gas apa saja terdapat pada atmosfer Titan?”

Sudah, Pak, di sini terdapat molekul nitrogen dingin dan molekul-molekul gas organik (karbon, hidrogen, dan oksigen).

Pak, tadi saya lihat banyak danau. Titan memang memiliki danau berisi cairan, tentu saja bukan air, melainkan metana. Luas danau ini bervariasi. Ada yang lebarnya 3 km sampai 70 km.

“Coba, sekarang selidiki dan laporkan apa yang kamu lihat dari permukaan Titan,” pinta Tuan Guru.

Pak, permukaan Titan mempunyai pegunungan tinggi, kawah-kawah hasil tumbukan, dataran luas, dan padang pasir.

Sebuah dataran tinggi (diberi nama Xanadu) merupakan dataran yang ditutupi es membeku. Keadaan di Titan ini diperkirakan mirip dengan keadaan Bumi purba sekitar 3 miliar tahun lalu.

“Pak, adanya awan ini menunjukkan terjadi siklus metana di Titan, seperti halnya siklus air di Bumi. Apakah nanti Titan akan menjadi seperti Bumi?”

Ini yang menjadi penelitian para ahli. Apakah Titan merupakan kembaran Bumi masa lalu atau memiliki proses evolusi yang berbeda?

“Pertanyaan ini akan terus-menerus diteliti melalui data yang diperoleh oleh berbagai misi penjelajahan.”

Berikut Daftar Satelit Saturnus: Siarnaq, Skadi, Paaliaq Hyperion, Lapetus, Ijraq, Atlas,Pallene, Pan, Suttung, Calypso, Daphnis, Janus, Pandora, Tarvos, Dione, Kiviuq, Phoebe, Telesto, Enceladus, Methone, Polydeuces, Tethys, Thrym, Epimetheus, Erriapo, Mimas, Prometheus, Mundilfari, Rhea, Titan, Helene, Narvi, dan Ymir. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya Phd
Buku IPA Terpadu Kurikulum 2013, Kemdikbud
Ilustrasi saturnus (NASA diunduh dari infoastronomy.org)

__Terbit pada
2 Desember 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.