ilustrasi

Notulen di Hari Guru

Guru itu ditiru dan digugu. Guru itu pendidik profesional memiliki tanggung jawab sangat besar, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi anak didik.

Selain itu, memiliki tugas mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yakni menggali potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Jika melihat narasi di atas beban guru sungguh berat. Tapi, sohib, memiliki cara tersendiri menjalani hari-hari itu dengan penuh semangat.

HGN
Suasana HGN di SMPN4 Sungguminasa, Kabupaten Gowa

Tuan Guru “mencatat” cerita yang ditulis guru di akun media sosial (medsos) miliknya dalam memaknai hari guru. Selama dua hari terakhir halaman medsos dipenuhi ucapan selamat hari guru.

“Siapapun yang mengajar dan mendidik yang dilandasi dengan cinta pasti akan selalu membuatnya bahagia,” tulis Guru Awal di akun medsosnya.

“Cinta itu, menguatkan, menstabilkan, memotivasi, memberi energi positif, meringankan, memudahkan, dan menjadi ibadah,” tulis lagi Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Parepare itu.

HGN
HGN di Kota Parepare (ist)

Tapi, bagi Tuan Guru, guru adalah teladan yang selalu belajar bersama anak didiknya di kelas. Datang di kelas bukan untuk mengajar, tapi ingin berdiskusi bersama.

“Guru itu seperti artis. Memiliki penggemar anak-anak yang manis. Meski isi kantong tipis, tiap bulan menangais dan istighfar menangis, tapi pantang mengemis,” kata Ukha, sohib Tuan Guru di IGI Sulsel.

GURU itu seperti penceramah yang bersikap ramah, tidak boleh banyak marah, walaupun dibayar murah. Tapi selalu bersyukur.

Guru itu, seperti pejabat. Punya pekerjaan berat. Harus mendidik anak jadi orang hebat.

HGN
Peringatan HGN di Luwu Timur (ist)

Sedangkan guru Fitri menuliskan, guru itu punya murid yang banyak. Mengajar di kelas, tertawa dan bermain bersama. Guru itu, selalu pintar dan membagi ilmu pada orang lain.

Sekarang, aku adalah seorang guru, mengajarkan dan mentransfer ilmu pada siswaku dengan kemampuan yang terbatas, tertawa dan terkadang bermain bersama siswaku.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Dan aku ingin selalu bermanfaat. Aku bangga menjadi guru,” tulisnya di media sosialnya.

HGN
Peringatan HGN di Kota Makassar (IST)

Ketua IGI Sulsel, Arfiani Babay, menuliskan mengajar itu ibadah jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh rasa cinta. Hari ini menunjukkan keragaman kita. Keberagaman itu, lebih indah dari keseragaman.

Kepada ibu dan bapak guru dan pendidik, kalian telah mengantarkan kami dari ketidaktahuan menjadi tahu. Membawa kami dari kegelapan menjadi terang.

Tak ada yang bisa kami hadiahkan untuk membalas wakaf ilmu darimu, selain doa. Sehat dan bahagia selalu guru di seluruh nusantara.

Selamat Hari Guru Nasional. Bergerak dari hati pulihkan pendidikan. Merdeka Belajar. (*)

__Terbit pada
25 November 2021
__Kategori
Lifestyle
1

One comment on “Notulen di Hari Guru”

  1. Tulisan yg apik.. Keren.. Dan sangat mengugah perasaan dan menawarkan motivasi untuk melakukan hal yg lbh baik dan lbh banyak. Terimakasih Tuan Guru untuk apresiasi sudut pandang ini… Selamat Hari Guru 🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *