belajar

Guru itu Berperan bukan Baperan

Hari ini, Kamis, 25 November 2021, semoga guru di negeri ini barbahagia. Peringati Hari Guru Nasional di tengah pandemi COVID-19 dengan penuh optimisme bergerak dengan hati pulihkan pendidikan.

Tuan Guru bersama sohib pun telah memasang ucapan selamat hari guru, di media sosial (medsos) menggunakan aplikasi twibbon. Jagad medsos dipenuhi ucapan selamat hari guru.

Pandemi ini memberikan pelajaran luar biasa. Suka atau tidak suka, guru harus bersahabat dengan keadaan. Mendesain pengajaran selama pandemi, tidak semudah membalik telapak tangan.

Tuan Guru dan sohib, segera menyesuaikan diri dengan ekosistem belajar saat ini. Banyak yang harus dipelajari secara mendadak demi memberikan materi yang menarik dan bisa dipahami anak didik.

Guru harus bersiap selama 24 jam, melayani pertanyaan orangtua, di kala menghadapi kesulitan mendampingi anak selama belajar di rumah.

Guru harus lebih inovatif dan kreatif, karena saat pengajaran virtual, anak didik sulit dikendalikan. Guru dan orangtua harus bekerjasama merangkul anak didik agar tetap semangat belajar.

Sejumlah aplikasi pun digunakan agar target kurikulum bisa tercapai, seperti zoom, google meet, classroom, dan WhatsApp.

Terbukti, peran guru tak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Selama dua tahun terakhir, belajar dari rumah (DBR), banyak orangtua kewalahan, menjadi “guru” di rumah.

Orangtua bukan hanya tidak siap saat disodori materi pelajaran kepada anak, tapi juga tidak bisa menjadi sosok pengganti guru mengikuti proses BDR dengan baik.

Sejumlah orangtua mengeluh belajar di rumah belum ideal, meski rumah itu sentra pendidikan, selain sekolah, dan masyarakat. Bahkan Ki Hajar Dewantoro menyebut semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru.

Maklum selama ini rumah belum menjadi sentra pendidikan yang sempurna bagi anak didik. Suka atau tidak, peran guru sangat krusial dan tidak akan pernah digantikan oleh teknologi.

Peran guru tetap dibutuhkan mendampingi anak didik dalam proses belajar mengajar. Berikut peran guru dikutip dari pintek.id.

Pertama, guru sebagai fasilitator. Memfasilitasi pembelajaran agar peserta didik bisa terlibat dan mendapatkan pengalaman yang otentik.

Guru mengedepankan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, guru memfasilitasi anak didiknya sesuai potensinya.

Kedua, guru sebagai motivator. Guru memberikan dorongan dan semangat, terus belajar dan mengeksplore kelebihan anak didik.Bukan mengeksplore kekurangan.

Ketiga, guru sebagai inspirator, guru ditiru dan digugu tidak cukup. Tapi, Guru harus menginspirasi anak didiknya mengerjakan sesuatu seacara bersama-sama. Sukses dan maju bersama.

Keempat, guru sebagai mentor, guru menjadi teman belajar bagi abak didiknya. Menjadi sosok yang dihormati, bisa memberikan bimbingan. Bukan memaksakan pikirannya. Tapi mengarahkan anak didik menemukan potensinya.

Keliman, guru memiliki empati sosial. Guru mesti menunjukan rasa empati pada tiap-tiap peserta didik. Memberikan penghargaan dan penguatan terhadap sisi kemanusiaan tiap peserta didik.

Banyak orang menyebut guru sebagai pahlawan tanpa ada tanda jasa. Hargailah gurumu, seperti Anda menghargai orangtuamu.

Taatilah gurumu selama ia mengajarkan kebaikan, doakanlah mereka sehat selalu agar lebih profesional, mampu mencotohkan karakter baik serta menularkan virus kebaikan kepada anak didiknya.

Guru masa kini itu, guru yang mau berbagi pengetahuan dengan anak didik dan masyarakat, menjadi pembelajar, terus perbaiki kapasitasnya.

Bepikir positif, menyulap pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak didiknya. Selain itu, menempatkan diri sebagai pendamping atau fasilitator bagi anak didiknya.

“Tak ada yang anak didik yang bodoh, mungkin mereka belum menemukan guru yang hebat,” kata Tuan Guru, mengutip sebuah petuah.

Saatnya, guru menggali kelebihan anak didik, bukan mengeksplore kelemahannya. Hari Guru Nasional tahun ini, saat menjadikan monumen untuk berinovasi perbaiki pengajar di kelas. Selamat Hari Guru, wahai guruku teruslah berperan, tak baperan.(*)

Sumber:
pintek.id.
Ilustrasi anak didik bersama guru sedang belajar (parapuan.co)

__Terbit pada
25 November 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *