Dr Muhammad Arsyad

Trik Pembelajaran Fisika Menyenangkan Berbasis Lingkungan

Hari ini, Sabtu, 20 November 2021, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) berkalaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknlogi Bandung, gelar webinar pembelajaran Fisika Berbasis Lingkungan.

Webinar yang diikuti seribu guru ini, dibuka Ketua Physical Society of Indonesia, Prof Ir Wahyu Srigutomo, S SI, MSI, Phd. Dekan FMIPA ITB itu, mengajak para guru agar menghadirkan pembelajaran membahagiakan bagi anak didik.

“Manfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran. Belajar Fisika tidak mesti menggunakan alat modern, tapi bisa memanfaatkan media tersedia di alam sekitar kita,” katanya.

webinar
Suasana webinar pembelajarn Fisika berbasis lingkungan

Ketua Prodi Fisika PPs UNM, Dr Ir Muhammad Arsyad MT, IPM, berbagi tips pembelajaran Fisika yang menarik dan menyenangkan berbasis lingkungan.

Bagi dosen KBK Fisika Bumi itu, pembelajaran yang baik disesuiakan karakter, lingkungan, dan kemampuan anak didik. Ia mencontohkan, anak yang jago berenang, jangan dipaksa jago berlari.

“Anak-anak yang tinggal di pesisir pantai dan di pegunungan memiliki karakter dan prilaku yang berbeda. Guru yang baik tentu harus menyusun media pembelajaran sesuai dengan lingkungan anak didik,” nasihat peneliti Karst Maros dan Pangkep itu.

Dosen Fisika Matematika itu, menawarkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis lingkungan selama pandemi agar didik tetap bisa melakukan penelitian sederhana di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia menerangkan, materi Fisika mempunyai kompetensi dasar (KD), indikator dan tujuan pembelajaran yang dapat diperoleh dari pembelajaran langsung ke lingkungan.

Materi tersebut berupa pengukuran, fluida, baik statika dan dinamika, proses perubahan energi, batuan, pelapukan dan lainnya.

Selain itu, guru harus perhatikan alokasi waktu urutan bahan yang akan disajikan dalam kegiatan belajar-mengajar, dan perhatikan perkembangan proses berpikir yang akan dikembangkan pada peserta didik.

LKPD yang disusun berbasis lingkungan itu dengan metode eksperience learning, kata dia akan memberikan pengalaman langsung kepada anak didik untuk mengamati, menanya, dan melakukan sendiri di lapangan.

Metode Pelatihan, digunakan memberikan bimbingan/penjelasan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Metode pemberian tugas, digunakan untuk memberikan tugas kepada anak didik untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan topik/KD yang dibahas.

Metode diskusi, digunakan untuk memecahkan hal-hal yang kurang dipahami peserta sehubungan dengan pokok bahasan yang dibuat LKPD-nya.

Pembelajaran IPA Fisika berbasis lingkungan dikembangkan dengan melakukan pengamatan langsung di Lapangan, seperti peserta didik melakukan pengamatan langsung terhadap batuan, pelapukan, dan proses lainnya.

Selain itu, anak didik mengamati proses pertumbuhan tanaman.
Metode problem solving dengan pendekatan belajar tuntas, digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada untuk dikerjakan di rumah.

“Peserta didik bisa mengeksplor ragam flora yang tumbuh dan berkembang di antara batuan tersebut menunjukkan bahwa terjadi pelapukan, sehingga batuan yang rigid akan teratenuasi secara gradual dan menjadi butiran tanah,” katanya. (*)

 

__Terbit pada
20 November 2021
__Kategori
Sains
2

2 comments on “Trik Pembelajaran Fisika Menyenangkan Berbasis Lingkungan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *