WCI Parepare

WCI Solusi Pembelajaran “Nyentrik”

Medio Oktober lalu, Tuan Guru bergenit-genit mendaftar diri mengikuti Workshop Champion of Innovation (WCI) yang digagas Bappeda Kota Parepare kerjasama Lembaga Administrasi Negera (LAN) RI.

Selama dua hari (18-19) November 2021, Tuan Guru bersama sohib mengikuti WCI di Ruang Data, Kantor Walikota Parepare didampingi fasilitasi tim LAN RI, berjalan mulus.

Hari pertama, Tuan Guru diminta menyampaikan ide inovasi yang telah didaftarkan. Tuan Guru, menceritakan idenya, trik pembelajaran berbasis peserta didik, mengantar anak didik berdiskusi, menyelesaikan masalah bersama.

Ide inovasi itu, peserta didik tidak bersaing secara individu, tapi akan membentuk tim yang kuat menyelesaikan masalah.

Kelak, saat menjadi pemimpin tidak lagi berkompetisi secara individu dan menghalalkan segala cara mencapai tujuannya.

Tetapi mereka mampu membangun tim solid menyelesaikan masalah bangsa secara bersama. Maju dan sukses bersama-sama.

Tuan Guru memberi nama inovasi pembelajaran ini Magguru yang memiliki makna filisofi bagi Bugis-Makassar, belajar bersunggu-sungguh untuk merubah kehidupan yang lebih baik.

Tuan Guru mengemas inovasi itu bernama “Magguru” dalam aktivitas pembelajaran menyenangkan dan menarik yang berpusat kepada peserta didik.

Saat pandemi, materi “Magguru” diupload di website, sehingga peserta didik bisa mengakses materi dimana dan kapan saja. Peserta didik yang tak memiliki akses internet, guru melakukan home visit.

Ide itu disusun dalam sebuah form inovasi, berisi latar belakang, diskripsi, tujuan, dan manfaat inovasi bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.

Hari kedua, Tuan Guru bersama sohib membuat rencana aksi inovasi, berisi persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan lainnya.

Setelah seluruh peserta mengisi form dan rencana aksi inovasi, terungkap bahwa ide inovasi yang telah digagas di kelompok Tuan Guru dan sohib lebih bermakna jika dipadukan.

Sohib Tuan Guru, Pak Restu menelorkan inovasi bernama Siamasei (Sistem Manajemen Mengukur Kinerja Guru) digunakan melihat kinerja guru. Aplikasi itu merekam semua aktivitas guru di sekolah.

Sohib bernama Pak Tamsir membuat e-modul pembelajaran. Aplikasi ini membuat peserta didik dan guru nyaman dan aman mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring).

Ide inovasi lainnya digagas Bu Ida membuat ide game edukasi. Inovasi ini memberi ruang anak didik belajar dan mengurangi kecanduan bermain game.

“Jika keempat ide inovasi ini dipadukan, maka hasilnya luar biasa, pembelajaran di kelas nyentrik (menyenangkan dan menarik). Inovasi Magguru membuat pembelajaran di kelas menyenangkan dan menarik,” kata Pak Tias, Fasilitator LAN.

Inovasi e-modul membuat anak didik nyaman belajar. Lalu Materi itu dikemas dalam game edukasi, serta manajemen sekolah menggunakan inovasi Siamasei,” ujarnya.

“Kita sudah bisa buat sekolah Pak,” kata sohib Tuan Guru, disambut tawa peserta WCI.

WCI ditutup Sekretaris Bappeda Kota Parepare, Zulkarnaen, berharap, guru yang mengikuti WCI dapat menularkan virus kebaikan, berupa ide dan gagasan inovasi kepada guru lainnya.

WCI ini, kata Pak Zul begitu ia disapa, SIM bagi guru menjadi narasumber di sekolah melahirkan inovator-inovator terbaik.

Ide inovasi guru itu akan dibukukan dan menjadi inovasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Parepare. (*)

__Terbit pada
19 November 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *