Ilustrasi magnet

Pesona Magnet yang Menarik

“Wah, lagi ngapain nih,” tanya Tuan Guru kepada anak didiknya saat bermain magnet di laboratorium.

“Ini Pak, lagi main-main magnet. Hebat ya, ada benda yang otomatis menarik benda lain,” jawab anak didiknya.

“Pak, apa semua benda ditarik magnet,” tanya anak didik mulai penasaran.

“Hemm, ayo kita buat percobaan sederhana. Saya punya paku, kawat baja, kertas, aluminium, kawat tembaga, nikel, kobalt, kertas aluminium, batang kayu, dan plastik,” kata Tuan Guru.

“Coba dekatkan benda-benda itu dengan magnet, amati apa yang terjadi,” pinta Tuan Guru.

“Aneh Pak, ternyata tidak semua benda bisa ditarik oleh magnet,” kata anak didiknya.

“Kertas, kayu, dan plastik tidak bisa ditarik magnet. Baja, besi, nikel, dan kobal bisa ditarik magnet,” katanya.

“Pak logam lain, seperti aluminium dan tembaga ternyata tidak ditarik magnet,” ujarnya.

Magnet pertama kali dimanfaatkan bangsa Cina sebagai kompas dalam pelayaran kira-kira mulai tahun 1200 masehi.

Kini, magnet dimanfaatkan, seperti telepon, dinamo, bel listrik, loudspeaker, dan lain lain.

Bahan Magnetik
Bahan Magnetik (ferromagnetik) itu, bahan yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet dan dapat dimagnetkan, seperti besi, baja, nikel, kobalt.

Bahan non-magnetik, terbagi menjadi dua. Pertama, bahan paramagnetik,
bahan yang ditarik dengan lemah oleh magnet dan tidak dapat dimagnetkan, seperti alumunium, platina, dan tembaga.

Kedua, bahan diamagnetik, bahan yang ditolak dengan lemah oleh magnet dan tidak dapat dimagnetkan, seperti seng, merkuri, dan emas. Magnet ditemukan 2000 tahun lalu.

Magnet pertama kali ditemukan bangsa Yunani di daerah pegunungan Magnesia (sekarang Manisa, Turki).

Kutub Magnet
Setiap magnet pasti memiliki dua tempat paling kuat gaya magnetnya yaitu kutub magnet. Kutub magnet biasanya berada diujung-ujung magnet yang mempunyai gaya tarik atau gaya tolak terbesar.

Terdapat 2 kutub magnet yaitu kutub utara (N) dan kutub selatan (S). Gaya yang bekerja pada magnet berupa tarikan dan dorongan. Tuan Guru mengajak anak didiknya melakukan percobaan sederhana.

“Sekarang coba tempelkan paku besi di ujung magnet,” ajak Tuan Guru.

“Pak, pakunya ditarik oleh magnet,” kata anak didik.

“Coba taruh paku di tengah-tengah magnet. Apa yang terjadi,” pinta Tuan Guru.

“Wah ternyata bagian tengah magnet tidak mau menarik paku,” kata anak didik.

Setiap magnet memiliki dua kutub, utara dan selatan. Kutub magnet terletak di ujung-ujung magnet.

Kutub magnet adalah bagian magnet yang mempunyai kekuatan menarik benda-benda, seperti nikel, kobalt, dan besi. Bagian tengah magnet, hampir tidak mempunyai kekuatan benda.

Interaksi Magnet
Lalu, bagaimana interaksi kutub magnet. “Pak, ini aneh, jika saya dekatkan kutub utara dan kutub utara, magnetnya saling tolak.

“Memang sama seperti muatan listrik, kutub sejenis saling tolak. Sebaliknya kutub yang tidak sejenis akan tarik menarik,” jelas Tuan Guru.(*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
Ruang Guru
Ilustrasi magnet (jojonomic.com)

__Terbit pada
10 November 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *