Rangkaian Paralel

Menghitung Arus Listrik tanpa Rumus pada Rangkaian Paralel

“Coba susun rangkaian listrik dengan bohlam dan baterai, lalu tambahkan lain di sebelahnya secara paralel,” pinta Tuan Guru.

“Wih, lampunya menyala sama terangnya, mengapa begitu Pak,” tanya murid Tua Guru.

ilustasi Rangkaian Paralel
ilustasi Rangkaian Paralel ((otospeedcar.com)

Tuan Guru menjelaskan, masing-masing bohlam mendapat tegangan listrik yang sama. Jadi kedua bohlam itu menyala sama terang.

“Bagaimana jika saya menghubungkan 1000 lampu secara paralel, maka semua lampu akan menyala sama terang, betulkah,” tanya lagi.

“Betul, tetapi energi listrik yang dipakai sangat besar, sehingga lampu hanya bertahan sesaat saja karena baterainya cepat habis,” kata Tuan Guru.

Tuan Guru menerangkan, rangkaian paralel ini memiliki lebih dari satu bagian untuk mengalirkan arus. Selain itu, keunggulan rangkaian ini bisa dihubungkan dan diputuskan tanpa mempengaruhi yang lain.

Arus yang dihasilkan juga lebih besar karena tidak berbagi beban listrik dengan yang lain. Walaupun memiliki keunggulan dibandingkan rangkaian seri, rangkaian paralel juga memiliki kelemahan.

Rangkaian ini membutuhkan lebih banyak kabel untuk menghubungkan beban listrik sehingga biayanya pun lebih besar.

Rangkaian paralel memiliki ciri khas, yakni tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber listrik. Arus pada rangkaian tergantung tahanan (resistor) rangkaian.

Jika ada satu rangkaian yang terputus, maka rangkaian lain masih tetap berfungsi dengan baik.

Tuan Guru mencontohkan, penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari adalah sakelar listrik dan lampu di rumah.

“Coba perhatikan soal berikut ini, sebuah baterai 12 volt dihubungkan dengan bohlam yang memiliki hambatan listrik masing-masing 2 ohm dan 4 ohm. Bohlam dihubungkan secara paralel. Tentukan besar arus listrik pada setiap hambatan dan arus listrik yang keluar dari baterai.”

Nah, setiap bohlam menerima tegangan listrik yang sama. Arus listrik yang mengalir pada bohlam 2 ohm adalah I1=V/R = 12/2 =6A. Sedangkan arus yang mengalir pada bohlam 4 ohm adalah I2=V/R =3A.

Kemudian, arus listrik pada setiap hambatan dan arus listrik yang keluar dari baterai adalah jumlah arus listrik yang masuk ke tiap bohlam, yakni 3+6=9A. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
Buku Kurikul 2013, Kemdikbud
Ilustrasi rangkaian paralel (smkn1sragen.sch.id)

__Terbit pada
7 November 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *