ilustrasi

Rangkaian Seri dan Menghitung Arus Listrik tanpa Rumus

Hai Squad, kita belajar rangkaian listrik. Kita mengulik rangkaian seri dan paralel. Tetap semangat belajar dan jaga protokol kesehatan.

“Coba kamu susun rangkain listrik dengan bohlam dan baterai,” pinta Tuan Guru.

Rangkaian Seri
Rangakaian seri (/id.wikihow.com)

“Seperti ini, Pak,” jawab anak didiknya Icha, sambil perlihatkan rangkaian listrik.

“Sekarang kamu tambahkan bahlam lain di sampingnya secara berurutan,” kata Tuan Guru.

Rangkaian seri

Rangakaian seri (blog.elevenia.co.id)

“Seperti ini, Pak. Wah nyala bohlamnya lebih kecil, kenapa begitu,” tanya Icha penasaran.

Tuan Guru menerangkan, pada rangkaian pertama, tegangan listrik digunakan untuk menyalakan 1 bohlam. Sedangkan pada kedua, tegangan listrik digunakan menyalakan 2 bohlam.

“Masing bohlam mendapatkan separuh tegangan baterai, akibatnya arus yang mengalir pada bohlam ini hanya separuhnya juga. Itulah sebabnya bohlam agak redup,” jelas Tuan Guru.

Coba perhatikan kasus berikut ini sebuah baterai 12 volt dihubungkan dengan bohlam yang memiliki hambatan masing-masing 2 ohm dan 4 ohm. Hitung berapa arus yang mengalir pada masing-masing hambatan itu.

“Pada rangkaian ini arus yang mengalir pada hambatan 2 ohm dan ohm sama besar (karena tidak ada percabangan arus),” kata Tuan Guru.

“Jadi hambatan 2 ohm (=2v/A), artinya untuk menghasilkan arus 1 A butuh tegangan 2 volt. Sedangkan hambatan 4 ohm (=4V/A), artinya artinya untuk menghasilkan arus 1 A butuh tegangan 4 volt,”urai Tuan Guru.

“Totalnya 6 volt (untuk arus 1 A), sedangkan baterainya 12 volt. Jadi arus listrik yang mengalir pada masing-masing hambatan adalah 12/6 =2 A.”

Sekarang kita bermain variabel, sebuah baterai V volt dihubungkan dengan 2 lampu masing-masing mempunyai hambatan R1 ohm dan R2 ohm. Hitung berapa arus yang mengalir pada masing-masing hambatan itu.

Pada rangkaian ini arus yang mengalir pada hambatan R1 ohm dan R2 ohm sama besar (karena tidak ada percabangan arus).

Besar hambatan listrik dapat dikatakan sebagai angka yang menunjukkan berapa tegangan listrik yang diperlukan untuk menghasilkan arus 1 A.

“Jadi menghasilkan arus 1 A, hambatan R1 ohm, butuh R1 volt dan hambatan R2, butuh R2 volt. Totalnya (R1+R2) volt (untuk arus 1A, sedangkan tegangan baterai V volt.”

(=2v/A), artinya untuk menghasilkan arus 1 A butuh tegangan 2 volt. Sedangkan hambatan 4 ohm (=4V/A), artinya artinya untuk menghasilkan arus 1 A butuh tegangan 4 volt,”urai Tuan Guru.

“Jadi arus yang mengalir pada baterai adalah V/(R1+R2) ampere.

Penjelasan Rangkaian Seri
Rangkaian seri itu memiliki dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke sumber listrik melalui suatu rangkaian.

Rangkaian seri bisa menghemat listrik karena semuanya menggunakan sumber daya yang sama. Tetapi memiliki kelemahan.

“Jika salah satu komponen rusak atau dicabut, maka seluruh komponen tidak akan berfungsi, misalnya, dua bohlam lampu dihubungkan dengan rangkaian seri. Jika salah satu lampu dicabut, maka rangkaian tidak akan menyala.”

Selain itu rangkaian seri memiliki ciri khas, yakni arus yang mengalir pada masing-masing elemen sama besar Tegangan listrik akan dibagi sama besar.

Beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri akan menyebabkan naik atau turunnya arus yang mengalir dalam rangkaian.

Tuan Guru mencontohkan rangkaian dengan 3 lampu cahayanya akan lebih terang dibandingkan dengan rangkaian 4 lampu.

Perbedaan ini karena turunnya arus akibat penambahan beban listrik. Jika salah satu beban listrik putus, maka seluruh aliran akan putus.

Penerapan rangkaian seri ini adalah lampu hias dan komponen di dalam setrika listrik. (*)

Referensi
https://blog.elevenia.co.id
https://id.wikihow.com
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya, Phd
kompas.com

__Terbit pada
30 Oktober 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.