ilustarasi

Cara Baca Ampremeter, Voltmeter, dan Ohmmeter

Bagaimana sih cara mengukur arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik?. Pertanyaan ini sering ditanyakan anak didik dan pendidik yang ingin melakukan praktikum.

“Mengukur arus listrik, cukup mudah. Pakai ampremeter saja,” kata Tuan Guru singkat, menjawab pertanyaan sohib  yang berlatar belakang pendidikan Biologi.

“Nah, bagaimana cara membacanya,” kata sohib. Tuan Guru menerangkan, ampremeter ada dua jenis, ada yang analog. Angka pengukurannya menunjukkan pada jarum dan ampremeter digital angka pengukuran dibaca langsung.

“Bagaimana cara memakainya,” tanya sohib makin penasaran.
“Caranya ampremeter dihubungkan secara seri dengan rangkaian sehingga arus yang mengalir pada rangkaian juga melewati ampremeternya,” jelas Tuan Guru.

“Oh, begitu, bagaimana cara membacanya ampremeter,” tanya sohib lagi.

“Ampremeter dapat dibaca langsung, kalau ampremeter analog, harus perhatikan skala dan batas ukurnya,” kata Tuan Guru sambil perlihatkan ampremeter.

Misalnya jarum ampremeter menunjukkan angka 3 dan batas ukurnya 5. Maka dibaca 3/5 dari skala maksimum, maka arus listrik yang mengalir 3 ampere.

Contoh sebuah ampremeter menunjukkan skala maksimum 5A dan jarum menunjukkan angka 2, maka arus listrik yang mengalir 2/5x 5 =2A.

Lalu bagaimana mengukur tegangan listrik, menggunakan alat ukur voltmeter? Cara mengukur tegangan dengan voltmeter dengan cara menghubungkan secara paralel dengan benda akan diukur tegangannya.

Misalnya, kita mau mengukur lampu, pada ampremeter menunjukkan batas ukur 10 volt dan jarum menunjukkan angka tiga. Maka besarnya tegangan lampu itu adalah 3/10×10 =3 volt.

Kemudian mengukur hambatan (resistor) cukup menghubungkan kedua kaki hambatan dengan ohmmeter, lalu membaca penunjukkan pada layar ohmmeter.

Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) langsung, dan (2) Tak Langsung. Pengukuran tahanan secara langsung dilakukan dengan menggunakan ohmmeter.

Ohmmeter digunakan untuk memeriksa nilai resistan listrik. Tetapi karena karakteristiknya yang khusus, maka ohmmeter dapat digunakan juga untuk memeriksa adanya elemen yang putus dalam suatu rangkaian listrik atau adanya hubungan elemen rangkaian dengan tanah (ground).

Saat ini, alat-alat modern, ampremeter, volmeter, dan ohmmeter digabung menjadi satu yang dikenal dengan multimeter. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya Phd
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemdikbud
https:tneutron.net
Ilustrasi sukasukapaktri.blogspot.com

__Terbit pada
27 Oktober 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *