energi listrik

Hati-hati “Bermain” di Medan Listrik

Pagi-pagi, Tuan Guru mendapat telepon dari anak didiknya. Maklum, anak didiknya kurang puas dengan belajar via online selama empat semester, akibat penularan virus asal Wuhan, Tiongkok.

“Pak, sedang di mana sekarang,” tanya Echa. “Sedang duduk di medan api,” jawab Tuan Guru. “Medan api, apa itu Pak,” tanya balik.

“Medan api itu daerah di sekitar api dan saya masih merasakan hangatnya api,” jawab Tuan Guru, terbahak. “Ooo, begitu Pak,” kata Echa.

“Kamu sedang apa,” tanya Tuan Guru. “Saya sedang duduk di medan listrik,” jawab Echa. “Maksudnya,” tanya Tuan Guru lagi. “Saya sedang duduk di daerah yang masih merasakan gaya listrik,” jawabnya.

“Kamu niru-niru saya ya, pakai istilah medan pula,” katanya tertawa. “Iya pak.. kan saya muridnya, jadi harus ikuti gurunya,” kata Echa terbahak.

Tuan Guru menjelaskan, medan listrik itu ruang atau daerah yang masih dipengaruhi gaya listrik. Jika satu muatan diletakkan di titik tertentu, maka daerah di sekitarnya akan merasakan medan listrik.

“Maksudnya, Pak,” tanya Echa di balik telepon. “Maksudnya, kalau kamu taruh muatan lain di sekitar titik tersebut, muatan itu akan mengalami gaya listrik,” jelas Tuan Guru.

Tuan Guru mencontohkan, misalnya muatan positif dan negatif  didekatkan maka saling tarik menarik. Saat kedua muatan bersatu menjadi netral.

Medan listrik erat hubungannya dengan gaya listrik. Makin besar mauatannya, makin besar pula medan listrik yang dihasilkan.

Lalu, arah medan listrik sama dengan arah gaya listrik pada muatan positif. Besar atau kuat medan listrik di suatu titik menunjukkan besar gaya listrik yang bekerja pada muatan 1 coulomb yang diletakkan di titik itu.

“Sekarang ambil pulpen dan buku, kita akan berlatih soal, ingat rumus bukan untuk dihapal,” kata Tuan Guru.

“Siap, Pak,” jawab. “Misalnya kuat medan listrik di titik A adalah 10.000 N/C, berapa gaya yang dialami oleh muatan sebesar 2 C di titik itu,” tanya Tuan Guru.

“Kuat medan listrik itu menyatakan besarnya gaya listrik yang bekerja pada muatan 1 coulomb. Jadi kuat medan listrik 10.000 N/C artinya kalau di titik A diletakkan muatan 1 C, maka muatan itu mengalami gaya 10.000 C,” jawab Echa.

“Jadi jika ditaruh muatan 2 C, tentu gayanya 2×10.000 =20.000 newton,” jawab Echa.

Sekarang kita bermain variabel kuat medan listrik di titik A adalah E N/C. Berapa gaya yang dialami oleh muatan listrik q coulomb yang ditentukan di titik itu.

Kuat medan listrik itu menyatakan, besarnya gaya listrik yang bekerja pada muatan 1 coulomb. Kuat medan listrik di titik A adalah E N/C, artinya kalau diletakkan muatan 1C, maka muatannya akan mengalami E N. Jika ditaruh qC, tentu gayanya qxE N.

“Jadi F = q.E, ingat rumus bukan untuk dihapal,” kata Tuan Guru. “Siap Pak, saya paham mengenai medan listrik,” kata Echa.

*****
Nah sekarang, kita lihat arah dan garis medan listriknya.  Jika arah garisnya keluar dari muatan positif dan akan masuk ke dalam muatan negatif.

garis gaya listrik
ilustrasi garis gaya listrik (net)

Garis medan listrik ini digunakan untuk menyatakan adanya medan listrik yang arahnya dari muatan positif (proton) ke negatif (elektron).

Jadi, untuk muatan positif, arah garis medan listriknya mengarah keluar dari muatannya, sedangkan untuk muatan negatif arah garis medan listriknay mengarah masuk ke muatannya.

Garis-garisnya tidak boleh saling berpotongan Setiap garis memiliki jalur lintasnya masing-masing, jadi gak boleh tuh yang namanya nyelip-nyelip di jalur orang lain.

Semakin rapat garisnya, maka menunjukkan medan listriknya semakin kuat. Kuat lemahnya medan listrik suatu muatan listrik dapat kita tunjukkan atau kita gambarkan dengan rapat tidaknya garis medan listrik. (*)

Referenasi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya Phd
Ruangguru.com
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemdikbud.

__Terbit pada
22 Oktober 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *