Listrik Statis

Wih, Rambut Bermuatan Listrik?

“Ayo kita bermain listrik statis,” pinta Tuan Guru sambil menggosok-gosok mistar plastik di rambutnya.

“Sedang apa, Pak,” tanya Echa dan Icha.

“Nah, coba lihat,” jawab Tuan Guru sambil mendekatkan mistar plastik yang telah digosok di rambut.

“Aneh sekali, potongan kertasnya tertarik. Kenaga bisa begitu, Pak,” tanya Icha penasaran.

Jadi waktu saya menggosok sisir ke rambut, sisir menjadi bermuatan listrik. Karena bermuatan listrik, sisir dapat menarik kertas.

“Oh, begitu Pak, muatan listrik itu apa sih, Pak,” tanya Icha.

“Mau tahu atau mau tahu banget. Ayo kita belajar listrik,” kata Tuan Guru, sambil tertawa.

“Echa, tolong ambil pipa PVC (polivinil klorida itu,” pinta Tuan Guru sambil menujuk sebuah pipa.

“Maksudnya Pak, pipa yang sering digunakan untuk saluran air,” kata Echa.

“Betul. Sekarang gosok dengan kain flanel, lalu  gantung dengan benang.

“Baik Pak,” jawab Echa sambil mengantung pipa tersebut dengan benang.

“Sekarang gosok pipa lain lagi. Dekat dengan pipa yang pertama,” ujar Tuan Guru mendampingi anak didiknya melakukan percobaan listrik statis.

“Aneh, pipanya saling menolak kenapa begitu,” tanya Icha, makin penasaran.

Saat pipa digosok dengan kain flanel tadi, kata Tuan Guru, ada sesuatu yang berpindah dari kain flanel ke pipa. Sesuatu yang berpindan ini dinamakan muatan listrik.

Muatan listrik yang dimiliki masing-masing pipa inilah yang memberikan gaya tolak sehingga kedua pipa salinh tolak. Gaya tolak ini disebut gaya listrik.

Nah, sekarang lakukan  percobaan yang sama dengan pipa kaca dan kain sutra.

“Saya tahu, kenapa pipa saling tolak. Muatan listrik berpindah dari kaca ke kain sutra,” kata Echa.

“Gaya listrik antara kedua pipa kaca ini yang menyebabkan kedua pipa akan saling tolak. Betul kan Pak,” kata Echa.

“Betul sekali! Pintar kamu. Nah, sekarang coba kamu pikir kalau pipa kaca ini saya dekatkan dengan pipa PVC, apa yang terjadi.”

“Pasti saling tolak Pak, karena keduanya bermuatan listrik.

“Coba kamu dekatkan,” perintah Tuan Guru.

“Lho kok aneh keduanya sekarang tarik-menarik. Apakah ini juga muatan listrik. Kenapa begitu,” tanya Echa.

Ya, ini juga gaya listrik. Dalam Fisika kita mengenal dua macam muatan listrik, yakni muatan listrik negatif dan muatan listrik positif.

Muatan listrik sejenis saling tolak (negatif dengan negatif) dan positif dengan positif). Muatan listrik berlainan jenis saling tarik menarik.

Muatan listrik pada Pipa PVC kita definisikan sebagai muatan listrik negatif dan muatan listrik pada pipa kaca sebagai muatan listrik positif.

“Saya mengerti sekarang.  Belajar Fisika memang asyik dan menyenangkan. Saya bisa banyak tahu tentang alam.,” kata Icha

Satuan muatan listrik adalah Coulomb disingkat dengan C untuk menghormati Charles Augustin Coulomb. Orang yang banyak berjasa  dalam mengembangkan teori kelistrikan.

1 coulomb adalah muatan listrik yang dimiliki oleh dua benda yang memberikan gaya tolak sebesar 8,99 x 10 pangkat sembilan newton ketika kedua benda itu terpisah pada jarak 1 meter.

Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan benda. Muatan listrik tetap ada sampai benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik.

Listrik statis kontras dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan mentransmisikan listrik. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya P.hd
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemdikbud.
Sumber ilustrasi, Listrik Statis Guru Pendidikan.Co

__Terbit pada
19 Oktober 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *