Mappalili

Ritual Mappalili Perekat Budaya Gotong Royong

Matahari baru saja muncul diufuk, Rabu, 13 Oktober 2021, burung pipit berciutan di ranting pohon, seolah menyambut pagi yang cerah.

Para petani bersama tetua berkumpul di sebuah sanggar tani di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Mereka mengikuti ritual Mappalili. Acara dimulai dengan doa bersama dipimpin tetua atau imam masjid. Lalu, para petani dan tamu undangan menikmati panaganan khas Bugis yang disajikan para petani.

Setelah itu, mereka memeriksa alat bajak sawah, lalu secara bersama-sama mengelilingi areal persawahan, sambi melafalkan doa.

Mereka berharap kegiatan bercocok tanam kali ini berjalan lancar dan hasil panen melimpah, dan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Setelah berjalan beberapa menit, pemimpin doa berhenti sejenak untuk melafalkan doa. Doa berisi pengharapan agar hasil panen tahun ini melimpah.

Kemudian ritual dilanjutkan berjalan mengelilingi persawahan sebanyak satu putaran. Mappalili ini, sebuah ritual menentukan waktu dan jenis bibit yang ditanam.

Ritual Mappalili itu tradisi turun temurun yang digelar petani di Kota Parepare, sebelum menggarap sawah.

Kali ini, Mappalili dihadiri pejabat setempat, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Wildana, dan Camat Bacukiki Kota Parepare, Saharuddin, di Kelurahan Lemoe.

“Mappalili dilaksanakan tiap tahun melestarikan budaya leluhur dan diharapkan hasil panen melimpah,” kata Wildana.

Selain itu, kata dia, pada ritual Mappalili tersirat makna kebersamaan, gotong royong, dan kerjasama. Mappalili harus dilestarikan sebagai budaya leluhur.

Sebelum bercocok tanam padi di sawah, petani biasanya melihat tanda-tanda alam, tentu memadukan
pengalaman mereka pada tahun-tahun sebelumnya.

Oktober ini, menjadi bulan dimulainya ritual turun sawah sebagai persiapan untuk memasuki masa tanam.

Bagi masyarakat Kota Parepare, proses ini diawali dengan masa tanam padi yang dikenal dengan sebutan tradisi mappalili.

Mappalili artinya sebagai awal dimulainya masa tanam serta adanya serangkaian ritual yang dipandu langsung orang yang dituakan atau imam masjid. (*)

__Terbit pada
16 Oktober 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *