Perhatikan 7 Hal Ini Selama PTM Terbatas

Medio, Maret 2020, Tuan Guru bersama sohib melakukan pembelajaran, dalam jaringan (daring) atau online untuk melindungi anak didik dan pendidik terpapar virus asal Wuhan atau Covid-19.

Tak ada yang menyangka, wabah ini berlarut-larut dengan sejumlah variannya, memaksa Tuan Guru dan sohib menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kini PJJ telah berlangsung tiga semester. Banyak anak didik sudah jenuh dan bosan, sehingga pembelajaran kurang efektif.

“Kapan sekolah Pak, saya sudah bosan belajar online,” tanya anak didik kepada Tuan Guru pada sebuah kesempatan.

“Sabar Nak, kita berdoa semoga wabah ini cepat berlalu. Tetap jaga protokol kesehatan, belajarlah dengan baik di rumah bersama orangtua,” nasihat Tuan Guru.

PTM Terbatas
Peserta didik antre masuki lingkungan sekolah dengan protokol kesehatan ketat

Kini orangtua harus menjadi guru dan pendamping anaknya mengikuti PJJ. Bahkan tak sedikit orangtua mengeluh, kesulitan menghadapi anaknya belajar di rumah.

“Kadang-kadang tugas sekolah, saya yang kerjakan Pak,” keluh orangtua kepada sohib.

Tapi, di sisi lain, kata Tuan Guru, selama pandemi ini, orangtua lebih dekat dengan sang buah hati dan mengetahui perkembangan anaknya.

Bulan Oktober ini, sudah ada kabar membahagiakan bagi orangtua, anak didik, dan guru. Sekolah mulai dibuka, meski dengan pembelajaran sangat terbatas.

Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sudah ada enam sekolah telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

PTM terbatas jenjang sekolah dasar (SD), yakni SD 3, SD 5, SD 24 dan SD 71. Sedangkan jenjang SMP, baru dua sekolah masing-masing SMP 2 dan SMP 4 Kota Parepare.

PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di lingkungan sekolah. Perhatikan 7 hal selama PTM agar anak didik dan guru tetap sehat mengikuti proses belajar mengajar.

Pertama, peserta didik bisa menggunakan jaket atau baju luar yang nyaman dan praktis.

Kedua, peserta didik diimbau selalu membawa hand sanitizer dan disimpan di tas agar mudah dijangkau. Membersihkan tangan setiap kali melakukan aktivitas.

Ketiga, menggunakan masker dengan baik dan benar, serta membawa masker cadangan.

Keempat, siapkan alat bantu buka pintu agar mengurangi memegang gagang pintu atau fasilitas publik lainnya.

Kelima, saat pulang sekolah, anak didik diminta segera mengganti baju seragam dan membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang ada di rumah.

Keenam, orang tua harus persiapkan anaknya mengikuti PTM terbatas dengan cara menjaga imun anak agar tidak rentan terkena terpapar virus dan tetap bugar.

Orang tua juga harus menyiapkan vitamin, mineral, dan nutrisi pada anaknya. selain itu, mengonsumsi menu seimbang, seperti buah dan sayur. Mengonsumsi air putih secukupnya dan membawa bekal dari rumah.

Ketujuh, menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti, pengukuran suhu tubuh, menghindari kerumunan dan penerapan 3M.

*****
Selain itu, guru berperan sebagai petugas kesehatan bagi anak didik dengan cara memaksimalkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan stok obat-obatan.

Anak didik mesti diajari hidup sehat dan bersih, serta dingatkan untuk tidak memegang mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Pada PTM terbatas, keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. (*)

__Terbit pada
12 Oktober 2021
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *