meja berpaku

Tidur di Atas Meja Berpaku tak Sakit, Ini Rahasianya

Hai Teman-teman, pernah melihat atraksi orang tidur di atas papan berpaku? “Iya, pernah Pak, tapi orangnya kelihatan tidak kesakitan,” jawab Echa dan Icha.

Yup kita lakukan percobaan sederhana, mengungkap rahasia, mengapa tidur di atas meja berpaku tidak merasakan sakit. “Hati-hati, coba tekan salah satu ujung paku dengan jarimu,” pinta Tuan Guru.

“Waduh sakit, pak, kenapa kalau tiduran tidak apa-apa, tetapi saya tekan pakai jari, malah jari saya sakit sekali,” kata Icha.

“Jangan meniru atraksi tidur di atas papan paku, karena atraksi itu sangat berbahaya,” pesan Tuan Guru.

“Penyebaran gaya pada meja paku, berat badan kita tersebar pada daerah yang luas, maka gaya yang menekan tiap bagian tubuh kita sangat kecil,” kata Tuan Guru.

“Sehingga tidak terasa sakit. Sedangkan pada jari kita, gaya terpusat pada daerah yang sempit sehingga kita merasa sakit,” kata Tuan Guru.

Tuan Guru menerangkan, menurut Fisika, ada istilah yang berhubungan dengan penyebaran gaya disebut tekanan.

Tekanan itu menunjukkan besarnya gaya yang bekerja pada satu satuan luas. Satuan tekanan N/m atau pascal (Pa).

Jika gayanya tersebar pada permukaan yang luas, maka tekanannya (gaya persatuan luasnya) lebih kecil.

Jika gayanya terpusat pada permukaan yang kecil, maka tekanannya (gaya per satuan luasnya) lebih besar.

Tekanan pada seluruh tubuh kecil sehingga kita tidak merasa sakit.Sedangkan, tekanan pada jari besar sehingga kita merasa sakit.

“000 begitu Pak,” kata Echa.

Mau lebih jelas, perhatikan dua kasus di bawah ini. Komar memiliki berat 600 newton tidur di atas meja berpaku. Luas tubuh Komar yang terkena paku adalah 2 m2.

A. Berapa tekanan yang dialami tubuh Komar.
B. Lusi menekan paku dengan jarinya dengan luas gaya 0.5 newton. Luas daerah yang terkena paku adalah 0.1cm2. Berapa tekanan paku tersebut!

“Jadi tekanan itu gaya yang bekerja pada satu satuan luas (pada daerah seluas 1 m2,” kata Tuan Guru.

Gaya yang bekerja pada daerah seluas 1 m2 adalah 600/2 = 300 N/m2. Jadi tekanan paku yang dialami tubuh Komar 300 N/m2

Sedangkan luas daerah 0,1 cm2 atau 0,00001 m2.
Gaya yang bekerja pada luas 1 m2 = 0.5/0.00001 = 50.000 N/m2. Jadi tekanan paku pada jari = 50.000 N/m.

Coba lihat perbandingan tekanan antara kedua kasus di atas. Data ini kita bisa mengerti mengapa tidur di atas berpaku tidak terasa sakit.

“Saya paham pak,” kata Icha.

Sekarang kita akan cari rumus tekanan dengan cara bermain variabel. Yup, berapa tekanan dari gaya F newton yang tersebar pada daerah seluas A m2?

Tekanan adalah gaya per satuan luas. Gaya F tersebar pada luas A m2?. Gaya pada daerah sekuas 1 m2 adalah F/A newton. Jadi tekanannya adalah F/A. Tekanan diberi simbol P= pressure.

Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan oleh zat cair. Makin banyak air dalam wadah, makin besar tekanan di dasar wadah. Tekanan oleh air ini yang kita sebut dengan tekanan hidrostatis.

Para penyelam merasakan tekanan hidrostatis ini. Semakin ia menyelam, semakin banyak air yan berada di atas permukaan tubuhnya sehingga semakin besar tekanan hidrostatis yang ia alami.

Ini bisa dirasakan oleh telinga sang penyelam.Telinga sang penyelam terasa sakit ketika menyelam semakin dalam. (*)

Referensi
Fisika Gasing ,Prof Yohanes Surya Phd
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemdikbud.
Foto dan ilustrasi manusialembah.com

__Terbit pada
28 September 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *