Anomali Air

Ini Rahasia Anomali Air

Hai squad, kita akan mengungkap rahasia, keanehan pada air. Simak cerita Tuan Guru bersama dua muridnya, Echa dan Icha.

“Icha masukan es dalam gelas yang berisi air. Perhatikan apa yang terjadi,” pinta Tuan Guru.

“Wah, es terapung,” jawab Echa.
“Kenapa bisa begitu, Pak,” tanya Icha.

Yup simak cerita Tuan Guru. Jadi hampir semua benda di muka bumi ini, akan memuai ketika dipanaskan. Tetapi, ada keanehan dengan air.

“Apa itu, pak,” kor bertanya.

“Jadi air pada suhu 0°C sampai 4°C, ketika dipanaskan volume air terus menyusut. Karena volume menyusut, maka massa jenisnya (massa per satuan volumenya) tentu bertambah,” jelas Tuan Guru.

Tetapi, kata Tuan Guru, volume air pada suhu 4°C sampai 100°C volume air memuai saat dipanaskan. Karena volume memuai, maka massa jenisnya akan berkurang.

“Jadi air memiliki massa jenis terbesar pada suhu 4°C. Sifat pemuaian air yang aneh ini dinamakan anomali air atau sifat berbeda dengan zat lainnya,” katanya.

“Apa penyebab anomali air, Pak” tanya Icha.

“Air mempunyai struktur berbeda dengan es. Es memiliki rongga-rongga di antara molekul-molekulnya. Rongga ini yang membuat volume es lebih besar dari volume air.”

Tuan Guru menerangkan, pada suhu 0°C, es mulai meleleh, strukturnya mulai runtuh. Volume air yang terjadi lebih kecil dari volume es mula-mula.

Namun, pada suhu 0°C itu belum semua struktur es runtuh. Seluruh struktur es runtuh ketika suhu 4°C.

Akibatnya, kata Tuan Guru, runtuhnya struktur-struktur es ini, membuat volume air akan terus menyusut ketika dipanaskan dari suhu 0°C sampai suhu 4°C.

Tuan Guru menjelaskan, sebenarnya pemuaian ada, tetapi keruntuhan struktur es lebih dominan. Pada suhu 4°C ke atas,
molekul-molekul air bergerak lebih cepat.

Di sini pemuaian memegang peranan penting, itulah sebabnya volume air akan terus bertambah ketika dipanaskan dari suhu 4°C ke atas.

“Apa akibat dari anomali atau keanehan pada air, pak,” tanya Echa

“Akibat anomali air, massa jenis air terbesar pada suhu 4°C. Ini membuat ikan-ikan di musim dingin tetap hidup di dasar
danau, walaupun permukaan danau sudah membeku,” jawab Tuan Guru.

Tuan Guru menceritakan, anomali air menjadi kunci siklus kehidupan. Di negara yang memiliki dua musim, fenomena es mengapung di permukaan air tidak mempengaruhi kehidupan.

Lalu bagaimana di negara empat musim, fenomena anomali air menjadi penting. Pergantian musim tidak boleh menjadi akhir kehidupan.

Saat salju menutupi permukaan sungai, danau, dan laut, kehidupan di bawah lapisan es tidak membeku, metabolisme makhluk hidup tetap berjalan.

Setiap terbentuk es, maka padatan es itu mengapung, bagian bawah tetap cair. Mekanisme ini memungkinkan air tetap menjaga suhu cukup hangat untuk kehidupan.

Kita mesti bersyukur, air mempunyai sifat yang berbeda (anomali) dengan zat-zat lain. Hampir semua zat padat tenggelam dalam lelehannya.

Coba bayangkan, jika air tidak mengalami anomali, saat permukaan air menjadi es (salju), maka seluruh bagian dalam air membeku.

Mahkluk hidup terjebak dalam es, tidak ada pernafasan, tidak ada transport makanan. Bahkan mungkin tidak ada kehidupan.

Mungkin reaksi biokimia dalam sel gagal karena suhu terlalu rendah. Begitu es mencair, suhu kembali panas, yang tersisa mungkin bangkai organik dan air menjadi sangat tercemar.

Alam semesta tidak pernah berhenti membuat kita terkesima, kita beruntung telah lahir, menjadi bagian kecil di dalamnya, dan melihat keajaiban-keajaiban alam semesta ini.

Air adalah sumber kehidupan, sebagian besar tubuh makhluk hidup terdiri dari air. Penyataan tentang sumber kehidupan disebutkan dalam Alquran surah Al-Anbiya ayat 30:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

“Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (al-Anbiya: 30). Mari bersykur. (*)
Referensi
Alquran
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya Phd
warstek.com

__Terbit pada
27 September 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *