Tak Hujan, tapi Dedaunan Basah di Pagi Hari?

Hai teman-taman, kita mengulas peristiwa alamiah di Bumi. Tapi sebelumnya, saya ingatkan,  jaga dan rawat Bumi dengan perbuatan baik, meski kecil.

Eits, kita lakukan percobaan sederhana.”Ini gelas berisi es. Coba dipegang di bagian luar gelas,” kata Tuan Guru.

“Wah, gelasnya terasa basah,” kata Icha.

“Gelasnya tidak bocor kok bisa basah,” tanya Echa.

“Iya, air dari mana itu pak,” tanya Chaca.

Tuan Guru menjelaskan, di sekitar gelas banyak terdapat udara. Dalam udara terdapat molekul uap air yang bergerak cepat.

Molekul-molekul ini menumbuk molekul-molekul gelas yang bergerak lambat (ingat suhu dingin menunjukkan, molekul bergerak lambat). Ketika tumbukan terjadi, molekul uap air kehilangan energi dan makin lama makin lambat.

Saat sudah cukup lambat, molekul uap air ini segera ditangkap oleh molekul
gelas. Molekul uap air kemudian bergerak makin lambat dan berubah menjadi cair. Peristiwa berubahnya wujud gas menjadi zat cair dinamakan mengembun.

“Pada pagi hari seringkali kita melihat dedaunan basah padahal malam harinya tidak hujan,” tanya Icha.

Malam hari suhu udara turun, molekul-molekul udara (terutama uap air) bergerak lebih lambat. Ketika menumbuk dedaunan, molekul uap air yang lambat ini tertangkap oleh daun dan berubah menjadi air. Itu sebab daun daun terlihat basah. Jika udara kering, tidak banyak uap air, maka daun tidak terlihat basah.

Kelembaban
“Saat siang hari, udara di perkotaan tak enak dan rasanya tak nyaman,” kata Echa.

“Apa yang membuatmu tak nyaman,” tanya Tuan Guru.

“Setelah olahraga, keringat sulit menguap, badan lengket dan tidak nyaman,” jawab Echa.

“Apa penyebabnya Pak,” tanya Icha.

Begini, dalam udara terdapat uap air. Udara hanya dapat menampung uap air dalam jumlah tertentu. Jika terlalu banyak uap air, maka kelebihan uap air akan mengembun membentuk tetes-tetes air.

Saat udara tidak dapat menampung tambahan uap air lagi, dikatakan bahwa
udara jenuh. Di perkotaan udara sudah hampir jenuh. Udara sukar menampung uap air. Itu sebabnya keringat kamu sukar menguap.

“Akibatnya, tubuh kamu makin lama makin panas. Ini menyebabkan kamu tidak merasa nyaman.”

“Ooo begitu Pak,” katanya kor.(*)

Referensi. (1) Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya (2) Buku IPA Kurikulum 2013,Kemdikbud

__Terbit pada
6 September 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *