Memasak

Bongkar Rahasia Kalor Pindah Secara Konveksi

Hai squad, hari Tuan Guru kembali ingin melakukan percobaan sederhana bersama dua muridnya. Maklum saat ini masih pandemi virus asal Wuhan, Tiongkok.

Tuan Guru meminta Echa dan Icha menyiapkan alat dan bahan, seperti tabung reaksi dan pembakar kaki tiga.

“Isi tabung rekasi dengan air dan di bagian bawah berikan cairan merah,” pinta Tua Guru kepada Icha.

“Ini tabung reaksinya. Mau diapakan Pak,” tanya Icha penasaran.

“Perhatikan apa yang terjadi kalau tabung reaksi ini saya panaskan dari bawah,” kata Tuan Guru.

“Wah, warna merahnya naik, kenapa bisa begitu Pak,” tanya Echa.

“Jadi pada umumnya, cairan kalau dipanaskan massa jenisnya akan menjadi lebih kecil. Cairan merah yang dekat api akan bertambah panas dan massa jenisnya berkurang,” jawab Tuan Guru.

Tuan Guru menerangkan, akibatnya cairan panas ini akan naik ke atas, sedangkan cairan di atasnya yang lebih dingin akan akan turun.

Peristiwa ini akan terjadi terus menerus sampai seluruh cairan menjadi panas. Cara memanaskan cairan seperti ini dinamakan pemanasan dengan cara konveksi.

Konveksi adalah perpindahan panas melalui suatu medium
di mana mediumnya ikut bergerak, seperti aliran udara pada alat pengering rambut.

“Pak mengapa cairan atau udara hangat, massa jenisnya kecil,” tanya Icha.

“Pertanyaan yang keren. Saat udara dipanaskan, partikel-partikel udara atau cairan akan bergerak lebih cepat. Ketika bergerak lebih cepat, akan menempati ruangan yang lebih besar sehingga jarak antara partikelnya semakin jauh,” katanya.

Selain itu, kata Tuan Guru kerapatannya lebih kecil sehingga massa jenisnya menjadi lebih kecil.

Coba perhatikan percobaan balon dan air. Isilah balon dengan air. Bakar balon dengan air di atas kepala kamu.

“Wah, balon tidak meletus, mengapa? (tanpa air balon akan meletus),” tanya Icha.

“Kalor dari api akan dirambatkan oleh balon ke air. Melalui konveksi, kalor akan disebar seluruh bagiannya. Kalor diambil air, maka balon tidak menerima panas yang cukup untuk meledakkannya. Itu sebabnya balon tidak meletus,” urai Tuan Guru.

Panas atau kalor adalah energi yang berpindah dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. Kalor tersebut memiliki satuan internasional (SI), yaitu joule.

Jadi perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, terjadilah konveksi.

Peristiwa konveksi dalam keseharian kita, seperti gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan, terjadinya angin darat dan angin laut. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya Phd
ruangguru.com
Gambar/ilustrasi wolipop.detik.com
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemendikbud

 

__Terbit pada
4 September 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *