Konduksi

Rahasia Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Hai squad, hari ini kita akan belajar perpindahan kalor. Teman-teman, kalor ternyata dapat berpindah. Uniknya kalor berpindah dengan cara konduksi (perambatan), konveksi (aliran), dan radiasi (pemancaran).

Tuan Guru bersama muridnya bereksperimen sederhana, mengungkap rahasia perpindahan kalor secara konduksi dengan bahan dan alat berupa lilin, kawat besi, dan korek api.

Tuan Guru meminta Icha untuk menyalakan lilin dan mendekatkan kawat besi dengan lilin.

“Waw, panas Pak,” kata Icha kepada Tuan Guru.
“Kenapa bisa begitu,” tanya Echa.

“Jadi dalam besi banyak atom-atom. Atom-atom ini saling tarik-menarik, seperti dihubungkan oleh pegas sehingga atom-atom itu senantiasa bergerak,” jawab Tuan Guru.

Tuan Guru menerangkan, saat kawat besi dipanaskan akan bergetar lebih cepat. Gerakan ini pengaruhi atom-atom tetangganya juga bergetar lebih cepat.

Atom-atom tetangganya juga pengaruhi atom tetangganya yang lain, dan seterusnya hingga akhirnya mencapai ujung besi yang lain.

Ketika memegang ujung besi getaran atom terasa lebih cepat. Saat itu otak kita menerjemahkan sebagai lebih panas.

Konduksi itu perpindahan panas akibat sentuhan langsung antara benda yang memiliki perbedaan suhu. Konduksi terjadi karena panas merambat melalui partikel-partikel benda padat tanpa adanya pertukaran zat.

Peristiwa konduksi dalam kehidupan sehari-hari perpindahan panas secara konduksi merupakan perpindahan panas dengan menggunakan zat padat sebagai perantara.

Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Perpindahan kalor pada tersebut tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya.

Peristiwa perpindahan panas secara konduksi dalam kehidupan sehari-hari, seperti baju yang disetrika akan terasa panas dan menjadi halus karena adanya perpindahan panas dari setrika ke baju.

Contoh lain, penutup  panci  ikut panas saat dipakai untuk menutup rebusan air ketika dipanask.

Sapu Tangan Anti Api
selipkan sebuah koin logam dalam sapu tangan, lalu sulut dengan rokok tepat di posisi koin. Aneh sapu tangan tidak terbakar.

Ketika suatu titik disulut rokok, kalor akan menumpuk di titik itu. Titik itu akan terbakar jika jumlah kalor menumpuk cukup banyak.

Tapi daerah dihubungkan dengan koin sangat mudah menghantarkan kalor yang diterimanya. Saat kalor mengenai dari titik tertentu mengenai koin, kalor segera disebarkan ke koin.

Akibatnya jumlah kalor di titik itu tidak cukup untuk dapat membakar titik itu. Itulah sebabnya kain tidak terbakar.

Mengapa rumah orang ESkimo ditutupi oleh salju? karena Salju itu penghantar panas yang buruk. Ketika kita berada di dalam rumah ESkimo, kalor dari tubuh kita keluar tubuh tapi tidak keluar rumah karena tertahan
oleh salju. Itu sebabnya rumah Eskimo tetap hangat. (*)

Referensi
Fisika Gasing, Prof Yohanes Surya
Buku IPA Kurikulum 2013, Kemendikbud
Foto/ilustrasi id.depositphotos.com

__Terbit pada
3 September 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *