ilustrasi

Cerita Penemuan Jam

Hai squad, “ada yang pernah lihat ini,” kata Tuan Guru sambil perlihatkan alat ukur waktu.”Oh, itu, stopwatch kan Pak,” jawab Icha.

“Ya, benar stopwatch itu alat ukur waktu dengan ketelitian sampai 0.01 detik. Siapa pernah pakai stopwatch,” tanya Tuan Guru.

“Saya Pak, cukup tekan tombol di atasnya, untuk mulai dan berhentikan jarum. Sedangkan tombol di bagian samping mengembalikan jarum ke angka nol,” jawab Icha lagi.

“Bagus, stopwatch itu disebut stopwatch analog. Jarum yang besar menunjukkan detik jarum kecil menunjukkan menit,” kata Tuan Guru.

Tuan Guru menceritakan sejarah waktu, dulu orang mengamati gejala kejadian secara teratur, seperti fase bulan dan musim. Mulai saat itu mulai mengenal waktu.

Bangsa Sumeria, bangsa pertama membagi tahun menjadi 12 bulan. Setiap bulan 30 hari yang mengacu pada fase bulan dan membagi menjadi 12 bagian. Setiap bagian dibagi lagi menjadi 30 bagian lebih kecil.

Bangsa Mesir, bangsa yang perkenalkan kalender baru dimana satu tahun terdiri dari 365 hari. Kalender ini didasarkan pada banjir tahunan Sungai Nil.

Pada abad pertengahan, perhitungkan tahun kabisat, orang Eropa menggeser waktu 11 hari. Setelah 4 Oktober 1582, esok harinya menjadi 15 Oktober 1582.

Untuk mengukur waktu, awalnya menggunakan jam matahari, jam air, dan jam pasir. Kemudian ditemukan jam lebih akurat menggunakan bandul dan sekarang dipakai jam atom.

Jam Atom
Pada abad modern ini kita menggunakan jam tangan, jam dinding atau stopwatch untuk mengukur waktu.

Tapi pernahkah kalian membayangkankan bekerja di laboratorium nuklir? pekerjaan butuh ketelitian super tinggi.

Salah beberpa mili detik saja, bisa berbahya. Lalu alat ukur apa yang digunakan, arloji, jam dinding, dan stopwatch.

Eits, ketiganya tidak digunakan karena kurang teliti. Kegiatan di laboratorium nuklir butuh waktu pengukuran sangat singkat, menggunakan jam atom.

Jam atom memanfaatkan getaran atom-atom. Getaran ini bersifat tetap pada suhu tertentu dan mengalami perubahan yang kecil setiap ribuan tahun.

Ketelitian jam atom 0,000000009 detik setiap hari dibandingkan alat ukur lainnya. Lalu siapa pencetus jam spektakuler ini, dia adalah Professor Isidor Rabi dari Universitas Colombia USA 1945.

Kemudian tahun 1949 National Institute of Standards an Technology (NITS) USA, membuat jam atom pertama menggunakan atom cesium.

Saat ini ada tiga jam atom, yakni jam atom cesium, hidrogen, dan rubidium. Paling praktis bentuknya jam atom rubidium dan paling akurat adalah jam atom cesium. Jam ini paling banyak digunakan di laboratorium Fisika Nuklir.

Saat ini, Fisikawan masih mencari dan menemukan berbagai fakta tentang waktu . Fisikawan terkenal Albert Enstein menemukan bahwa pengukuran waktu dapat berbeda satu dengan yang lain, meski menggunakan jam yang sangat akur.

“Masih banyak misteri tentang waktu yang belum terungkap dan belum bisa dipecahkan oleh Fisikawan. Apakah kalian tertarik memecahkannya,” tanya Tuan Guru. (*)

__Terbit pada
30 Agustus 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *