Tim PKM PPs UNM “Susur” Gua Leang Londrong Pangkep

Tim dosen Pascasarjana UNM tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama peserta didik SMP Negeri 1 Balocci, Pangkep, menyusuri Gua Leang Londrong, Sabtu, 14 Agustus 2021.

Mereka menumbuhkan sadar wisata bagi peserta didik yang bermukim sekitar kawasan Gua Leang Londrong Pangkep.

Siswa SMP itu, dibimbing tim dosen dari Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM). Yakni Dr Ir Drs H Muhammad Arsyad, MT, Dr Pariabti Palloan, MT (Ketua Tim), dan Dr Helmi, M.Si, dan guru IPA-Fisika IPA Fisika St. Hasma dan Habibie.

Dr Muhammad Arsyad, mengatakan, kawasan Karst Pangkep mempunyai ciri dan karakteristik yang hampir sama dengan Karst Maros.

Dosen KBK Fisika Bumi ini, mengurai, pegunungan yang mengalami degradasi sehingga terdapat patahan antara satu dengan yang lainnya, sangat mudah teramati.

Beberapa bagian kelihatan, seperti menara yang menjulang tinggi sekitar 700 meteran.

Selain itu, kekayaan alam ini memberikan dampak bagi kehidupan warga masyarakat.
Kekayaan berupa bahan baku semen pada awal tahun 80an hingga kini.

Kekayaan lainya adalah terdapatnya beberapa gua yang mempunyai potensi arkeologi yang tidak ternilai harganya.

Mulut Gua
Mulut Gua Leang Londrong

Gua di Sumpangbita dan Gua Leang Lonrong, letaknya berdekatan memiliki potensi wisata menjanjikan.

Gua Leang Lonrong. misalnya mempunyai karakteristik tersendiri. Gua ini memanjang dan mempunyai potensi sumber daya air yang tidak pernah kering, meski musim kemarau.

Beberapa orangtua menceritakan, Gua Leang Lonrong belum pernah ditemukan ujungnya, walaupun sudah berjalan beberapa kilometer ke dalam.

Potensi air yang besar ini dijadikan sumber air bersih bagi Industri dan warga sekitar.

Warga juga memanfaatkan sebagai irigasi pertanian dan kebutuhan rumah tangga.

Gua Leang Lonrong terletak di Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

 

Leang dalam bahasa Bugis Makassar berarti gua dan Lonrong diartikan sebagai arus air yang keluar dari gua.

Keberadaan sumber daya air di daerah karst, berbeda dengan sumber daya air di daerah nonkarst.

Gua ini termasuk gua horizontal dengan aliran sungai bawah tanah di dalamnya.

Awalnya, Leang Lonrong bukan merupakan tempat wisata melainkan sumber air. Tapi, terletak 50 meter di atas permukaan laut. Suhu udara pada siang hari di Gua Leang Lonrong sekitar 27,5 derajat hingga 33,5 derajat.

Suhu di malam hari berkisar 25,5 derajat hingga 27 derajat . Suhu air pada siang hari cenderung lebih tinggi, dan pemandangan alam siap manjakan pengunjung

Kawasan ini didominasi vegetasi sekunder, semak belukar dan jati (Lubis et al, 2008).

Wisata Leang Lonrong masih dikelola warga desa setempat dan bekerjasama dengan beberapa pihak.

Mereka menyediakan perencanaan dan pengembangan wisata berbasis masyarakat sejak tahun 2019.

Pengelolaan Leang Lonrong berbasis wisata mandiri. Memberi peluang untuk memelihara dan menjadi sustainability kawasan karst.

“Anak-anak perlu dicontohkan memelihara dan tumbuhkan rasa memiliki agar sadar pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian air, ” katanya.

Sadar wisata yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sekolah diharapkan, menjadi bekal menjaga, melestarikan dan memanfaatkan semua potensi alam yang ada di sekitarnya.

Pemanfaatan yang diharapkan, diantaranya meningkatkan nilai ekonomi dan menjadi media pembelajaran bagi anak didik. (*)

__Terbit pada
15 Agustus 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *