Nikmati Eksotisme Puncak Bulu Tombolo Maros

Setelah beraktivitas sepekan, saatnya manjakan tubuh dengan menikmati horison di Puncak Bulu Tombolo, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Puncak Bulo Tombolo di ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut (MDPL) itu, layak dikunjungi.

Puncak cocok bagi yang suka dengan tracking pendakian yang tidak begitu ekstrim dan
telah menghipnotis kaum milenial yang suka berburu spot foto yang instagramable.

Destinasi wisata ini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), menyuguhkan pemandangan ketinggian yang sangat eksotis.

Pengunjung dimanjakan deretan bukit yang berlapis dan pemandangan perkotaan dari atas.

“Saya sudah lama rencanakan perjalan ini, awalnya saya memang sering melihat akun instagram Visit Maros yang sering memposting potensi daya tarik wisata maros, salah satunya ini bukit tombolo,” ujar pengunjung, Ajib Auladi, Minggu, 01 Agustus 2021.

Mencapai puncak itu, harus melakukan pendakian sejauh 500 meter dari pintu masuk dengan beberapa jalur pendakian.

Pengelola sudah menentukan jalur dan membuat tangga untuk pejalan, guna permudah pendakian.

“Pintu masuk kita mulai berjalan, melewati anak tangga terlebih dahulu, kitq menemukan lokasi camping dan kembali mendaki menuju ke puncak di atas,” jelas Ajib, Mahasiswa Universitas Fajar Makassar itu.

Sejak dibuka 8 bulan, puncak Bulu Tombolo ini memang menjadi salah satu spot wisata pilihan untuk menikmati keindahan, saat matahari terbit dan terbenam.

Pengelola juga telah membuat spot foto seperti rumah atas pohon, sangkar burung raksasa dan pondok terbuka.

“Alhamdulillah saat kami buka, antusias pengunjung perlahan meningkat,” kata Sukri Jaya, Ketua Pokdarwis.

Setiap akhir pekan pada sabtu dan minggu, selalu ramai pengunjung.

Puncak Bulu Tombolo ini berdekatan dengan Leang Pute, salah satu gua terdalam di Indonesia dan masuk dalam Kawasan Geopark Maros-Pangkep.

Pengunjung yang ingin menikmati garis cakrawala di Puncak Bulu Tombolo, cukup merogoh kocek sebesar Rp5000.

Biaya itu digunakan pemeliharaan spot foto dan pembersihan jalur serta biaya parkir.

Eits, pengunjung yang ingin menjajal destinasi ini diberikan pengetahuan tentang alam dan peraturan-peraturan sebelum menaiki puncak.(*)

__Terbit pada
2 Agustus 2021
__Kategori
Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *