Nasihat di Hari Arafah

Tulisan ini saya dapat di grup pertemanan Whatshapp (WA). Menarik menjadi renungan di hari Arafah yang jatuh 19, Juli 2021.

Saya pertegas lagi tulisan ini saya ambil dari www.instagram.comhabibiequotes_.  Jika ada perubahan sedikit itu menambal.

Haji adalah Arafah.
Arafah adalah hari perenungan.
Sebuah perenungan tentang Sang Khaliq. Perenungan tentang untuk apa kita diciptakan.

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar.
Mahsyar adalah sebuah hari di mana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya.

Mahsyar adalah hari yang sangat panas terik yang tidak ada penghalang atasnya.

Mahsyar adalah hari yang mana manusia sibuk memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli lagi dengan anak istri dan kerabatnya.

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat mencekam di mana manusia ditimpa resah dan ketakutan dahsyat.

Mahsyar adalah hari penantian panjang tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka.

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan. Penyesalan atas dosa dan kedzaliman yang pernah ia lakukan.

Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan kewajiban untuk apa ia diciptakan.

Sungguh dahsyatnya Mahsyar. Sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan.

Beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya keadaan Mahsyar.

Mereka adalah para pemimpin yang bersikap adil. Pemuda yang tumbuh dewasa namun ia pergunakan usianya dalam ketaatan pada Allah.

Orang yang hatinya selalu terkait dengan masjid. Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah.

Seorang laki-laki yang menolak diajak berzina karena takut kepada Allah.

Orang yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui tangan kirinya.

Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Selamat Hari Arafah saudara-saudaraku. Hari di mana Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka.

Hari di mana sebaik-baiknya waktu untuk berdoa.
Maka perbanyaklah berdoa untuk kebaikan akhiratmu.

Semoga di sisa-sisa umur kita ini kita mampu pergunakannya untuk melakukan amal shalih dan bertaqwa kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kelalaian kita,
Semoga kelak kita termasuk orang yang beruntung mendapatkan naunganan Allah dari dahsyatnya mahsyar.

Semoga Allah menjadikan kita seorang pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan.

Orang yang hatinya selalu terkait dengan masjid, Orang yang saling mencintai di jalan Allah.

Orang laki-laki yang menolak saat diajak berzina, Orang yang bersedekah dengan ikhlas dan berusaha menyembunyikannya.

Orang yang senantiasa menangis saat berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi.

Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita,
Dan semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan Husnul khotimah. Aaminn Yaa Robbal Alamiinn.
*****
Idul Adha adalah hari untuk merenungkan kembali perbuatan kita, dan memberi kembali kepada orang yang kekurangan.

Semoga pengorbanan kita diterima oleh Allah SWT. Mohon Maaf Lahir dan Batin.(*)

__Terbit pada
19 Juli 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *