GLBB dan GLB

GLB dan GLBB

Hai squad, apa kabar hari ini. Semoga kalian sehat walafiat, jaga kesehatan, terapkan protokol kesehatan 3M. Jangan lupa selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah Swt.

Oke Squad, kali Tuan Guru akan mengulas gerak benda menurut lintasannya. Pertama, gerak lurus: jika gerak benda itu berpindah posisi sepanjang sepanjang garis lurus.

“Contohnya buku dijatuhkan, mobil di jalan lurus, dan lainnya.”

Gerakan ini lintasannya berbentuk garis lurus. Gerak jenis ini ada dua. Yakni Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).

Kedua, gerak melingkar: gerakan yang lintasannya melingkar, misalnya gerakan pada jarum jam.

Ketiga, gerak parabola, gerakan benda yang lintasannya berbentuk lingkaran tidak penuh.

Tuan Guru mencontohkan, gerakan bola yang ditendang saat tendangan bebas dan membentuk sudut kemiringan.

Ada gerak tidak nyata yang dihasilkan karena gerakan pengamat. Padahal, benda itu sebenarnya diam, tetapi terlihat bergerak karena gerak yang dilakukan pengamat.

“Misalnya matahari terbit dan terbenam. Matahari itu diam, tetapi karena bumi berotasi, maka matahari seolah bergerak terbit dari timur dan terbenam di barat,” urai Tuan Guru.

Upss.. Tuan Guru ingin fokus bahas GLB dan GLBB. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Artinya selama satu jam, mobil itu menempuh jarak (1×60) 60 kilometer.

Jika mobil itu melaju selama dua jam, maka jarak tempuh mobil itu (2×60) 120 kilometer. GLB terjadi saat mobil bergerak lurus dengan kecepatan tetap.

Sekarang, kita akan belajar GLBB, Tuan Guru mengajak anak didiknya jalan. “Kita mau ke mana Pak?”.

“Saya ingin menunjukkan proses GLBB. Coba lihat speedometer mobil ini, jarumnya menunjukkan angka berapa,” tanya Tuan Guru.

“Nol Pak, karena kita belum bergerak,” jawabnya.

“Sekarang saya tekan pedal gas dan mobil bergerak. Apa yang terjadi pada speedometer,” tanya Tuan Guru.

“Jarumnya bergerak.”
“Benar.. ini menunjukkan kecepatan mobil ini berubah, makin lama, makin besar.”

Menurut Fisika peristiwa ini disebut gerak dipercepat, jika percepatannya teratur atau GLBB dipercepat.

“Apakah GLBB itu hanya benda dipercepat, bagaimana dengan benda yang diperlambat,” tanyanya lagi.

“Pertanyaan yang bagus. Gerak benda yang diperlambat juga termasuk GLBB.”

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dimana kecepatan benda berubah secara beraturan.
***
Di akhir pengajaran Tuan Guru selalu menutup dengan sebuah kata cinta. Hemm, jangan baper.

Percayalah cintaku tak akan bergerak lurus berubah beraturan untuk menuju lubuk yang lain.

Saya tak akan membagi dan mengurangi itu akan perkecil nilai cinta. Tapi mengali dan menambah membuat cinta makin bertumbuh.

Jika ia bergerak lurus berubah beraturan, maka cintaku dipercepat, karena cintamu memiliki gaya tarik grafitasi, membuat saya jatuh bebas ke hatimu. (*)

Referensi
Prof Yohenes Surya, Phd, Fisika Gasing, 2008
Kemdikbud Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Semester I, revisi 2017

__Terbit pada
19 Juli 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *