Saring sebelum Bagi Informasi

Prodi Jurnalistik Islam (JI) IAIN Parepare kerjasama MAFINDO dan TRIDEA Communication Consultant, gelar webinar  Digital Etihics, Sabtu, 17 Juli 2021.

Webinar series secara daring ini diikuti 200 peserta melalui aplikasi Zoom Meeting dan livestreaming Youtube Channel Literasi Club Prodi JI.

“Literasi digital ini adalah langkah kecil berkontribusi membantu pemerintah agar masyarakat bijak bermedia sosial,” kata Koordinator Kegiatan A. Dian Fitriana, M.I.Kom.

Dosen Prodi JI Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah (Fuad) itu, berharap, webinar  Digital Etihics  bisa mengingatkan, masyarakat agar lebih cakap di bidang digital.

Pemateri pertama, Dr. Citra Rosalyn Anwar, dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar, mengulas etika sosial dalam menggunakan media.

Pengurus MAFINDO area Makassar itu, mengajak masyarajat berhati-hati menggunakan media sosial, pengguna akan berhadapan konsekuensi jejak digital.

Pada sesi diskusi, ia berpesan agar berhati-hati sebelum memosting, me-like dan browsing konten tertentu sebab jejak digital semua bisa dilacak.

Ia minta semua pihak agar memosting yang penting, jangan asal posting. Saring sebelum berbagi informasi.

Pemateri kedua, Nahrul Hayat, M.I.Kom. memaparkan materi tentang fakta-fakta digital seperti fenomena hasil survei DCI Microsoft.

Fakta itu menempatkan, netizen Indonesia sebagai warganet paling tidak sopan se-Asia Tenggara di tahun 2020.

Nahrul memaparkan, filosofi dan etika bermedia yang bisa menumbuhkan sikap toleran dalam bermedia sosial.

Pemateri ketiga, Rudi Hartono, konten kreator menguraikan fenomena penyalahgunaan media sosial dalam menyebarkan informasi yang berakhir dengan tindak pidana.

Rudi berpesan agar menggunakan media sosial dengan bijak terlebih dalam hal penyebaran informasi.

Zaman telah berubah. Kini masyarakat telah beralih dan bertransformasi ke bidang teknologi di segala bidang kehidupan.

Media sosial merupakan media paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat kepada orang lain.

Saat ini, kata dia, masyarakat harus mengendalikan diri agar tidak terseret penyalahgunaan teknologi ini.

“Masyarakat harus memahami cara menggunakan media dengan bijak agar tidak terjerumus dalam penyebaran hoaks, cyber bullying , dan penyalahgunaan media sosial,” kata Rudi.

Menurut Spiderman Parepare yang aktif kampanye lingkungan itu, etika dan adab menjadi bagian hal yang sangat penting dipahami warganet.

Selain itu, kata dia, pemahaman tentang Ethics di dunia digital tentu saja sangat dibutuhkan. Bijaklah bermedia sosial. (*)
Sumber : iainpare.ac.id

__Terbit pada
17 Juli 2021
__Kategori
Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *