“Ketagihan” Tugas

Ilustrasi anak sedang belajar daring, (m.dream.co.id)

Di pekan pertama, di tahun ajaran baru (2021-2022), anak didik Tuan Guru sudah “ketagihan” ingin mengerjakan tugas.

Setiap masuk kelas daring, pasti ada anak didik yang minta tugas.”Pak adakah tugas,” tanya anak didik, memotong diskusi di grup pertemanan Whatshapp (WA).

“Belum. Sabar yah. Kita belajar dulu. Kita pelajari dulu materi di satu kompetensi dasar (KD) baru kerja tugas,” jawab Tuan Guru, sambil menghela nafas.

Anak didik sudah beradaptasi dengan pengajaran dalam jaringan (daring). Maklum selama tiga semester mereka belajar lewat laptop, smartphone dipandu guru dari jauh.

“Enak belajar di rumah Pak. Kita bisa lebih fokus pelajari materi yang diberikan guru. Kita juga bisa cari bahan bacaan di internet,” kata anak didik Tuan Guru.

Meski menikmati belajar dari rumah, namun mereka juga mengeluh banyak tugas yang harus diselesaikan setiap hari.

“Ada guru hanya berikan tugas, tanpa memberikan materi terlebih dahulu. Kami harus baca buku atau googling di internet,” keluh anak didik yang lain.

Belajar di rumah juga memberikan efek yang baik bagi anak didik. Orangtua yang kreatif, ini kesempatan yang baik memberikan kesan menyenangkan kepada sang buah hati.

Orangtua bisa lebih dekat dengan anaknya. Kesempatan yang baik bisa mendampingi anak mengerjakan tugas-tugas dari guru.

Tapi, guru harus perhatikan kondisi anak didik jangan dijejali tugas setiap hari. Tuan Guru mencontohkan setiap hari belajar tiga mata pelajaran (mapel) sehari.

Setiap guru berikan tugas lima soal, dikali tiga berarti 15 soal. Selama sebulan (25 hari), berarti 375 butir soal harus diselesaikan.

“Jika 375 butir soal dikali 6 bulan, maka anak didik harus merampungkan 2.250 butir soal. Jika dikali setahun, maka anak didik merampungkan 4.500 butir soal selama pandemi.”

“Saya khawatir anak didik stres mengerjakan tugas, sehingga imun turun, penyakit gampang menyerang,” kata Tuan Guru.

Tahun lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (kompas.com), mewanti-wanti agar guru tidak membebani anak didik dengan tugas setiap hari saat saat belajar di rumah karena pandemi.

Saat itu, kata Nadiem, banyak guru yang masih memberikan pekerjaan rumah yang banyak kepada para anak didik dalam proses belajar secara daring. (*)

__Terbit pada
17 Juli 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *