“Super” Wali Kelas

Ilustrasi pembelajaran daring  (tiyok/mediaindonesia.com)

Pekan pertama, di tahun ajaran baru, Tuan Guru bersama sohib harus persiapkan pembelajaran jarak jauh dengan baik. Rencana awal digelar pengajaran tatap muka.

Tuan Guru dan sohib sudah divaksin sebanyak dua kali. Berharap, terbentuk imun. Fasilitas pengajaran tatap muka di saat pandemi sudah disiapkan.

Kondisi saat ini, mengubah segalanya. Anak didik harus kembali belajar dari rumah dan guru mengajar dari rumah via dalam jaringan (daring).

Maklum statistik penularan Coronavirus Disease of 2019 (Covid) masih tinggi. Pemerintah menetapkan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali, hingga 20 Juli 2021.

Tuan Guru dan beberapa sohib kembali mendapat tugas tambahan sebagai wali kelas. Tugas ini di era pandemi bukan perkara gampang.

Wali kelas dituntut kerja ekstra, memastikan anak didik bisa mengikuti pengajaran daring dengan baik. Selain itu Tuan Guru juga wajib mengajar 24 jam sepekan.

Di pekan pertama, Tuan Guru dan sohib mendapat tugas baru. Ya, membantu anak didik mengaktifkan akun belajar.id dari Kemendikbud.

“Sebaiknya buat grup di WA bersama anak didik, memudahkan pendampingan yang kesulitan mengaktifkan akun belajar,” usul Tuan Guru.

“Tugas operator itu, mengirim ke wali kelas, wali kelas kirim ke anak didik,” jawab petugas operator via grup WA.

“Lalu bagaimana jika anak didik kesulitan mengaktifkan akun belajar.id,” tanya Tuan Guru.

“Pekerjaan saya juga banyak Pak,” jawabnya.

Melihat jawaban itu, Tuan Guru hanya geleng-geleng kepala. Wali kelas lagi-lagi dapat tugas tambahan mendampingi anak didik untuk mengaktifkan akun belajar.

Wali kelas sudah mendapat tugas yang banyak, selain mengajar, mendidik, membimbing, mengevaluasi, dan membina.

“Cek kondisi anak didik setiap hari, siapa tak kerja tugas, siap tak ikut pembelajaran, apa kendala, dan, memberikan solusi.”

Guru dan wali kelas wajib menyiapkan administrasi pengajaran, seperti silabus, program semester, program tahunan, rencana pembelajar, minggu efektif, dan lainnya.

Wali kelas juga harus melaporkan keadaan kelas setiap hari, seperti jumlah anak didik tak hadir, tak mengerjakan tugas, jumlah anak didik sakit, melalui google form.

Selain itu, Tuan Guru dan sohib wajib membuat laporan pengajaran setiap pekan dan dikirim ke guru Bimbingan Konseling (BK).

“Jam berapa batas waktu laporan wali kelas,” tanya sohib. “Jam 12 malam (pukul 00.00),” jawabnya.

Sebenarnya tugas tambahan sebagai wali kelas ekivalen dengan 2 jam tatap muka, tapi belum diperhitungkan dalam data sertifikasi guru.

Mestinya guru di era pandemi fokus membuat bahan ajar berbasis online yang mudah dipahami anak didik.

Baha ajar itu sesuai tuntutan pembelajaran abad 21. Yakni pembelajaran comunicatif, creativ, colaboratif, critical thingking.

Fokus perbaiki kompetensi litrerasi, seperti bahasa, linumerik, sosial, finansial, digital, dan sains anak didik.

Fokus mensintesis informasi, mengomunikasikan informasi, mengolaborasikan informasi, maupun memecahkan masalah dengan kolaborasi.

Fokus pembiasaan karakter baik, seperti mandiri, tanggung jawab, kepercayaan, integritas, nasionalis dan religius.  Bukan fokus  administrasi. (*)

__Terbit pada
15 Juli 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *