Perpindahan Posisi dan Jarak

Hay skuad, hari ini, kita bahas perbedaan perpindahan dan jarak dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita pelajari konsep indahnya jarak dan perpindahan perhatikan cerita Tuan Guru berikut ini.

Aisyah berjalan kaki dari rumah menuju ke sekolah. Jarak rumah dan  sekolah 300 meter. Saat pulang sekolah, diperjalanan atau sekira 100 meter dari sekolah, ia mampir di warung beli air minum.

“Berapa jarak tempuh dan perpindahan Aisyah sekaranh,” tanya Tuan Guru.

“Gampang Pak, jaraknya itu 300 meter + 100 meter. Jadi 400 meter Pak,” jawabnya Echa.

“Bagus, pintar kamu. Lalu berapa perpindahannya, coba ingat konsep gerak yang saya sampaikan di pertemuan sebelumnya,” tanya Tuan Guru.

“Perpindahannya 200 meter Pak, karena Aisyah hanya pindah posisi pada jarak 200 meter (300 meter-100 meter),” jawab Chaca.

“Bagus pintar kamu. Nah setelah Aisyah sampai di rumah, berapa perpindahan Aisyah?”

“Hemmm, nol Pak,” kata Echa sabil memegang jidatnya.

Menurut Fisika, perubahan posisi dari titik acuan dinamakan perpindahan. Sedangkan panjang seluruh perjalanan Aisyah dinamakan jarak tempuh atau disebut jarak.

“Jadi kesimpulannya adalah perpindahan itu, perubahan posisi benda dihitung dari titik awal atau acuan. Jarak itu panjang lintasan yang ditempuh,” kata Tuan Guru.

Tuan Guru menutup pertemuan dengan sebuah kata indah ala cinta Fisika. Jangan baper yah.

“Meskipun jarak kita seperti matahari dan pluto, tapi senyummu seperti hukum kekalan energi yang tak terbias ruang dan waktu, serta tak terfiriksi oleh jarak dan perpindahan.”

“Di saat aku jauh darimu, partikel-partikel cintaku terus bergerak, melakukan tumbukan dan menghasilkan energi rindu.” (*)

Referensi
Prof Yohenes Surya, Phd, Fisika Gasing, 2008

__Terbit pada
14 Juli 2021
__Kategori
Sains
4

4 comments on “Perpindahan Posisi dan Jarak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *