Berbagi, Bukan Menggurui

Pekan lalu, Ahad, 28 Juni 2021, hari bersejarah bagi Tuan Guru dan para Sohib, di pundaknya dititipkan amanah untuk memberi warna bagi pendidikan kita.

Diberi tanggung jawab belajar bersama dan berbagi pengetahuan demi meningkatkan kompetensi guru melalui Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulawesi Selatan.

Tuan Guru sadar dengan kapasitasnya. Ya, belum mumpuni. Tapi, amanah diberikan bukan karena kita mumpuni.

Bukan pula karena kapasitas dan kemauan sendiri. Amanah itu, tanggung jawab dititip Allah atas kehidupan kita.

Allah tahu yang terbaik untuk kita. Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas.

Sang pencipta ingin mendidikmu dengan amanah itu. Amanah itu akan menuntunmu menjadi hamba yang lebih baik dan kian dekat dengan-Nya.

Bersyukurlah, ini adalah ikhtiar. Ikhtiar untuk melangkah bersama-Nya. Tuan Guru dan sohib berharap, IGI Sulsel, memberi warna bagi pendidikan. Bukan diwarnai.

Bukan menggurui, tapi berbagi pengalaman mendidik, mengajar, melatih, mendampingi, mengawasi, dan mengevaluasi.

Sesuai tagline sharing and growing together. Kini IGI salah satu komunitas yang tepat bagi para guru yang ingin maju bersama membangun pendidikan.

Wakil Ketua IGI Pusat, Wahid Nara, M Pd, kader IGI mengajak, peduli dan berjuang bersama meningkatkan kompetensi dan perlindungan guru.

“Saya percaya kalian mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab, mampu menjadi teladan bagi guru.”

Selamat semoga IGI terus memberikan warna demi kemajuan pendidikan,” katanya.

“Ada anggaran atau tidak ada, kami tetap melakukan pelatihan, mendampingi guru agar bisa maju bersama perbaiki mutu pendidikan” ujarnya.

“Di IGI sudah berkumpul guru yang mau berbagi. Ada guru penggerak, kepala sekolah penggerak, ada guru asesor, ada fasilitator.Di IGI itu sudah lengkap,” katanya.(*)

__Terbit pada
30 Juni 2021
__Kategori
Culture
1

One comment on “Berbagi, Bukan Menggurui”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *