Mahasiswa JI Riset Media dan Budaya

Akhir – akhir ini, beberapa mahasiswa (i) semester 6 Program Studi Jurnalistik Islam (JI) IAIN Parepare, mengajak Tuan Guru untuk berdiskusi soal judul Skripsi.

Biasanya mereka mengirimkan tiga judul. Ia meminta saran dan kritik terhadap judul yang akan dibawa di sidang Skripsi.

Tapi Tuan Guru hanya memberikan saran agar mahasiswa (i) melakukan penelitian sesuai metode ilmiah dan aturan ditetapkan kampus.

Permasalahan yang diteliti sesuai isu-isu terkni dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Saat ini, masih banyak hasil riset mahasiswa dan dosen belum dimanfaatkan. Kini, menjadi dokumen riset dan tersimpan rapih di perpustakaan.

Bagi Tuan Guru Skripsi yang baik itu, Skripsi yang selesai. “Selama ini, belum ada Skripsi yang menggoncang dunia,” katanya.

Saat ini, sidang judul Skripsi memasuki gelombang keempat (14 -23 Juni 2021).

Sidang judul kali ini diikuti tujuh mahasiswa JI IAIN Parepare. Mereka akan meneliti Media and Culture.

Mahasiswi Ji Iain Parepare
foto bersama usai sidang judul Skripsi

Mahasiswi bernama Fitriana, akan meneliti media dengan judul Analisis Pemberitaan Body Shaming di Media Online Detikcom.

Mahasiswi Nur Asiah, mengajukan judul Analisis Penggunaan Bahasa Jurnalistik pada Headline (Berita Utama) Parepos.

Musdalifah akan meneliti bagaimana Konstruksi Media terhadap Budaya Rambu Solo di Tana Toraja.

Rahmawati, mengajukan penelitian Peran Postingan Amarillys_hijab di Media Sosial Instagram terhadap Gaya Busana Muslim Hijabers Mahasiswi IAIN Parepare.

Mahasiswi lainnya bernama Faikatul Hikmah meneliti Penggambaran Citra Perempuan dalam Iklan Glow and Lovely (Studi Kajian Feminisme Marxis Sosialis).

Nurul Khadijah, Studi Skandal Nissa Sabyan terhadap Pandangan Masyarakat pada Wanita Berhijab.

Silvi Mansyur, Analisis Konten Dakwah Ustadz Syam di Media Sosial TikTok (Studi Perilaku Komunikasi Remaja di Kota Parepare).

Fitriana mengaku, sidang judul ini merupakan permulaan dari perjuangan yang sebenarnya.

“Pada tahap ini perjuangan yang sebenarnya akan dimulai. Tapi saya berharap bisa melewati ini dengan baik,” katanya.

Menurutnya, sidang judul akan menentukan judul dari masalah yang akan diteliti.

“Saya berharap mahasiswa yang telah mengikuti sidang judul khusunya Prodi JI tetap mengerjakan proposal penelitiannya,” sarannya.

“Jangan bosan untuk terus belajar dari dosen pembimbing skripsi.” ujarnya. (*)

__Terbit pada
23 Juni 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *