Gurutta KH Sanusi Baco, Ulama Inspiratif, Bersahaja, dan Dihormati

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Dr KH AG Sanusi Baco, LC wafat. Ulama kharismatik, inspiratif, dan berpengaruh berpulang ke Rahmatullah, pukul 20.00 Wita, Sabtu, 15 Mei 2021, di Rumah Sakit Primaya (RS Awal Bros Makassar).

Kabar wafatnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, mengejutkan semua pihak. Warga mengenang Ketua MUI Sulsel itu sosok sederhana, sejuk dan bersahaja.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman, mengatakan, dirinya  mendapat nasihat tentang keikhlasan. Menjadi pemimpin itu harus ikhlas.

“Jabatan adalah tempat menguji dan belajar keikhlasan,” cerita Andi Sudirman dikutip tribun-timur.com.

“Jika kita capek, jangan sampai tamu, bawahan, dan rakyat tahu kita capek. Jangan tunjukkan kepada  mereka tahu kita capek,” ujar Sudirman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel ini meninggal setelah dirawat tim dokter penyakit dalam dan ahli Jantung, sejak 13 Mei 2021.

Ketua Dewan Syuro PW Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel  dimakamkan di pondok pesantren Nahdlatul Ulum, Soreang, Barandasi, Kecamatan Bontoa, Maros, sekitar 35,2 km utara Kota Makassar.

KH Sanusi Baco, lahir 4 April 1937 di Maros, Sulawesi Selatan. Memulai pendidikan dengan belajar kepada beberapa guru di desanya.

Dikutip inews.id dari laman Laduni NU, beliau mondok di Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Barru, selama 8 tahun.

Kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana muda di Universitas Muslim Indonesia.

Aktivis PMII ini mendapat beasiswa dari Departemen Agama (kini Kementerian Agama) menempuh kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Setelah kembali ke Makassar, aktivitasnya antara lain, ia mengajar di UMI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Gazali (UIM) dan mendirikan Sekolah Tinggi Al-Gazali Cabang STAI Al Gazali di Makassar.

Dia juga dikenal sebagai Dosen Tetap di Fakultas Syariah IAIN Alauddin Makassar.

Pengasuh dan tokoh Pesantren Nahdlatul Ulum di Kabupaten Maros. Karena keilmuannya itu dia dijuluki Anregurutta atau AG.

****

Warga mengenang KH AG Sanusi Baco, sebagai sosok sederhana dan bershaja, seperti ditulis warga Kota Parepare, Arifuddin Beddu, melalui akun media sosial Facebok.

Saya termasuk salah seorang yang paling beruntung karena berkesempatan wawancara dengan beliau yang dikenal sebagai tokoh ulama kharismatik di Sulsel.

Saat itu saya diminta dosen pembimbing sebagai kelengkapan data penyusunan tesis. Saya kemudian mencari waktu lowong untuk bertemu dengan beliau melalui perantara anaknya.

Di tengah padatnya jadwal sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel. Saya diminta untuk datang habis salat subuh di kediaman beliau di Jalan Kelapa (masuk melalui Jalan AP.Pettarani).

Di pagi yang masih buta itu saya mulai bertanya ke warga di sekitar jalan tersebut.Tidak susah untuk mendapatkan rumah pak Kiyai karena lokasinya tepat di pinggir jalan, hanya memang harus bertanya kalau baru pertama kali.

Saya kemudian menemukan rumah yang menurut saya sederhana dan jauh dari kesan mewah. Setelah mengetuk pintu saya kemudian diterima anak beliau dan dipersilahkan masuk.

Tidak kurang dua menit beliau keluar dan saya pun langsung menunduk kemudian menjabat tangan beliau.

Saya kemudian perkenalkan diri dan perlahan lahan bertanya soal pandangan tentang produk bank syariah sebagai kapasitas Ketua MUI.

Waktu itu saya hanya diberi waktu 30 menit karena beliau harus berangkat ke Bantaeng untuk menghadiri undangan Isra Mikraj.

Diakhiri pembicaraan beliau meminta maaf karena hanya sebentar untuk melayani wawancara karena harus ke Bantaeng.

Dari pertemuan singkat itu saya menilai beliau sebagai sosok ulama besar yang santun dan kharismatik serta sederhana. Selamat jalan Anre Gurutta KH Sanusi Baclo.LC

Ucapan duka juga disampaikan Syaiful Mahsan melalui akun FB, Innalillahi wa innailaihi Rajiun, satu lagi kekasih Allah telah kembali ke sisi-Nya.

AGH. H. Sanusi Baco Lc. Beliau sebagai obor penerang bagi ummat Islam di Sulawesi Selatan.

Ulama pewaris Rasulullah yang kata katanya penyejuk hati, nasehatnya pelebur gundah, dakwahnya pembangkit ghirah Islam.

Semoga ditempatkan Bersama Auliya dan Anbiya di tahta surga yang tertinggi.

Kami berduka yang mendalam atas kepergian Anregurutta. Lahu Alffatihah. Semoga Gurutta mendapat tempat paling indah di Sisi-Nya.aaminn. (*)

__Terbit pada
15 Mei 2021
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *