Massiara

Mudik dan Indahnya Silaturahmi

Covid-19 masih mewabah, glagatnya masih lama. Butuh waktu dan ikhtiar untuk purna, sedia kala.

Menunggu itu sangat membosankan. Tapi Ramadhan sebulan penuh, melatih kesabaran dan kejujuran.

Kini, para Ibu di kampung saya, sibuk di dapur menyiapkan kue lebaran, saya menyebut kue passiara.

Mereka tak peduli mahalnya harga bahan untuk membuat kue. Kue passiara itu khusus bagi tamu dan keluarga yang datang massiara.

Kue passiara bukan sekadar hidangan, tetapi perekat tali silaturahmi. Wadah saling meminta dan memberi maaf.

Massiara
Suasana silaturahmi usai salat Id (foto sebelum pandemi)

Semua tetangga membuat kue passiara. Lalu siapa yang mau menikmati? Bukankah semua tetangga juga membuat kue?

Yang datang massiara juga punya kue di rumahnya. Tapi, namanya tradisi pasti dibuat.

Kue passiara hanya media. Media merajut kembali silaturahmi yang sempat renggang dan saling memaafkan.

Meminta dan memberi maaf di hari id sambil menikmati kue passiara ternyata sangat afdol.

Saat itu tidak ada pihak yang merasa malu. Sepakat memberi dan meminta maaf. Berjabat tangan.

Tapi, tahun ini ritual Ramadhan dan Lebaran bernama mudik, harus direlakan. Merayakan di perantauan saja.

Data statistik penularan Virus Korona masih tinggi. Banyak yang sedih dan kecewa tak bisa mudik untuk melepas kangen dengan orang tua di kampung, sambil menikmati kue passiara.

Kita tetap merayakan hari fitrah dengan dengan penuh kegembiraan. Menyemai kebaikan, berbagi dengan sesama, bersedekah. Eits jangan lupa baju baru.

****
Bulan Ramadhan seharusnya menjadi madrasah, melatih kesabaran dan kejujuran bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, serta belanja.

Bulan setara seribu bulan ini mestinya kita fokus perbaiki ibadah yang dapat mengantar manusia menuju fitrah.

Mengutip tulisan Dr Muhammad Qadaruddin dimuat di iainpare,ac.id, berjudul Memaknai Fitrah Manusia mengurai makna fitri satu akar dengan kata fitrah.

Kata fitrah mempunyai pengertian yang sama dengan khilqah yang berarti ciptaan atau penciptaan.

Artinya segala segi kehidupan, makan, minum, tidur adalah fitrah. Berbuka puasa disebut iftar atau memenuhi fitrah.

Idulfitri adalah kata id berarti kembali serumpun dengan kata “adatun dan istiadatun” atau
taubat. Ujung dari puasa Ramadhan, bentuk manusia bertakwa.

****
Mudik boleh dilarang, tetapi silaturahmi tetap jalan. Kita bisa bertemu orang tua dan keluarga via video call untuk lepas kangen.

Berikut tips berlebaran tanpa mudik, dilansir republika.co.id

1. Manfaatkan Teknologi
Jarak memisahkan kamu dan keluarga di kampung, Anda bisa menembus ruang dan waktu dengan memanfaatkan teknologi.

Banyak aplikasi yang memungkinkan kamu tetap bisa bersilaturahmi dengan melakukan panggilan video atau video call.

Anda bisa bertemu secara virtual, modalnya cuma smartphone dan koneksi internet.

Kamu bisa menumpahkan rasa kangenmu kepada kedua orangtua, bermaaf-maafan, bahkan sampai ngobrol gak penting selama berjam-jam.

Bukan hanya mendengar suaranya, tapi juga bertatap muka meskipun cuma dari ponsel. Keluargamu di kampung juga pasti bakal mengerti, kenapa kamu tidak bisa mudik.

Jadi tidak ada alasan, gak bisa mudik, gak bisa silaturahmi karena zaman sudah canggih.

2. Kirim Bingkisan Lebaran
Cara lain agar larangan mudik tidak membuat kamu stres akut adalah dengan berbagi kebahagiaan. Contohnya mengirimkan parsel, hadiah, atau bingkisan lebaran untuk keluarga tercinta.

Bisa berupa kue-kue kering, sembako, peralatan makan, maupun makanan ringan lain.

Kamu dapat membelinya melalui belanja online dan mengirimkannya lewat jasa kurir.

Jangan lupa, selipkan kartu ucapan lebaran dan permohonan maaf tidak bisa pulang kampung sementara waktu.

Kalau perlu sisipkan pula foto dan videomu dalam sebuah flashdisk atau USB yang bisa ditonton di laptop. Dijamin bisa mengobati kangen keluarga terhadap dirimu.

3. Pakai Baju Senada
Stres akibat gagal mudik bisa terobati dengan mengenakan baju yang senada dengan keluarga di kampung.

Kemudian mengobrol lewat video call. Suasana lebaran tetap terasa walaupun tidak bisa berkumpul langsung. Ini juga dapat mengatasi rasa rindumu.

4. Aktivitas Menyenangkan
Jika stresmu belum juga hilang meski sudah kangen-kangenan online bersama keluarga, isi libur lebaran dengan aktivitas menyenangkan.

Bisa jalan-jalan ke tempat wisata yang buka, kegiatan seru lain yang kamu sukai, misal nonton film favorit, memasak.

Jika memutuskan untuk pergi ke luar rumah, pastikan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Sebab mudik dilarang, mencegah penularan Virus Korona. Saat kamu liburan ke luar, tetapi tidak mematuhi  protokol kesehatan, sama saja bohong. (*)

__Terbit pada
11 Mei 2021
__Kategori
Culture, Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *