Mengaji

Nasihat Pagi

Foto/ilustrasi anak sedang mengaji (mui.or.id)

Medio, Sabtu, 21 November 2020. Saya mengikuti seminar dengan  tema “Alquran Sebagai Pedoman Hidup Umat Manusia dan Semesta”.

Saya mendaftar via link yang dibagikan di media sosial (medsos).
Pesertanya tidak banyak, di room webinar Zoom dihadiri 35 orang.

Webinar ini, kali ini tidak menyediakan sertifikat. Tapi, panitia menyediakan sejumlah hadiah, bagi peserta masuk room meeting paling cepat dan mengajukan pertanyaan.

Pada kesempatan itu, saya mendapat door prize berupa pulsa dan buku berjudul Hishnul Muslim. Buku berisi panduan doa dan zikir sehari-hari sesuai Alquran dan As-Sunnah.

Seminar ini digagas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Parepare, menghadirkan pemateri luar biasa, Ustadz Hasbi Khalid Kannu, alumni Universitas Qassim, Kerajaan Arab Saudi.

Sebenarnya temanya berat bagi saya, tapi disampaikan dengan bahasa ringan serta dalil Alquran dengan terjemahan.

Alhamdulillah, saya bisa memahami dengan baik. Terima kasih atas nasihatnya pagi itu.

“Semoga menjadi amal jariah dan ilmu bermanfaat bagi saya dan peserta lainnya.”

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Qassim itu, berbagi tips mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tidak bisa menuliskan semua nasihat yang disampaikan. Beliau mengajak, umat membaca, memahami, mengamalkan, dan mentadaburi Alquran.

“Siapa saja mengamalkan dan mentadaburi Alquran hidupnya selalu nyaman, tenang, dan tentram di dunia dan insha Allah di akhirat, kelak,” katanya.

“Saat ini, orang masih ramai mau menjadi PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Maka saya juga mengajak umat ramai-ramai jadi penghuni Surga,” katanya pada Seminar Alquran Pedoman bagi Manusia di Muka bumi dan di Akhir Kelak.

Ustadz Hasbi memberikan, trik agar menjadi penghuni Surga, kelak, melalui membaca, memahami dan mengamalkan, serta mentadaburi Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi orang tua yang memiliki anak penghapal Alquran, mendapat tempat istimewa di dunia dan akhirat kelak. Mari jadikan anak-anak kita sebagai generasi Qurani.

“Mari kita pelajari dan mengamalkan Alquran secara bertahap. Allah menurunkan Alquran secara bertahap, memudahkan hambanya memahami dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan kita,” katanya.

Ustaz Hasbi menceritakan, Allah Swt menurunkan Alquran kepada Rasulullah Muhammad Saw, secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari agar mudah dihafal dan dipahami maknanya.

Tujuannya, kata dia, agar para sahabat dapat menghafalkannya dengan baik, memahami maknanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak peserta seminar selalu berzikir dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat selama ini.

“Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.”

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Doa itu dibaca Nabi Yunus, saat berada dalam perut ikan. Doa Nabi Yunus itu berisi pengakuan manusia atas dosa yang telah yang telah diperbuat, serta mengakui kekuataan Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa. (*)

__Terbit pada
19 April 2021
__Kategori
Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *