Praktik Sains di sebuah SMP di Kota Parepare

Marah, Cantik, Senyum Itu Besaran?

Hai, squad, kalian pasti senang, sekarang sudah SMP, kita memiliki banyak kesempatan belajar sesuatu yang baru.

“Iya Pak, saya senang sekali. Di SMP (sekolah menengah pertama), kita belajar apa Pak,” kata Ica.

“Kita akan belajar rahasia-rahasia alam yang lebih dalam lagi dari apa yang didapat saat di SD (sekolah dasar),” jawab Tuan Guru.

“Waw.. asyik donk…,” anak didik kor menjawab.

Sekarang kita belajar besaran dan satuan. “Siapa yang pernah mengukur,” tanya Tuan Guru.

“Saya, kemarin saya mengukur panjang meja tulis. Panjangnya 180 centimeter,” jawab Eca.

“Saya juga pernah mengukur lama waktu perjalanan ke sekolah. Saya berjalan kaki ke sekolah selama 45 menit,” kata Ica.

“Kalau saya kemarin membantu ayah memindahkan minyak dari botol-botol ke dalam kaleng. Lumayan banyak, volumenya sekitar 200 liter,” kata Chaca.

Oke Squad, jadi sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dengan angka disebut dengan besaran.

“Oh, jadi panjang, waktu, dan volume itu besaran Pak,” tanya Ica.

“Benar! itu adalah besaran fisika. Jadi marah, sedih, dan cantik belum bisa dikatakan besaran fisika lho. Karena belum bisa diukur dan dinyatakan dalam angka,” jawab Tuan Guru.

Tuan Guru menerangkan materinya, setiap besaran umumnya memiliki satuan.”Kenapa harus pakai satuan.”

“Agar nilai besaran itu lebih jelas. Saya contohkan jika saya katakan massa benda itu 25. Kalian pasti bingung kan, apakah 25 gram, 25 ons, 25 kilogram (kg). Nah, gram, ons, dan kilogram itu adalah satuan.

“Apakah ada besaran yang tak memiliki satuan pak,” tanya Eca.

“Oh ada misalnya indeks bias, nanti kita pelajari saat kita belajar tentang cahaya,” kata Tuan Guru.

Besaran memiliki satuan.
Oke, Squad, sekarang kita belajar satuan, simak cerita saya baik-baik. “Iya pak,”kor menjawab.

Seorang ibu disuruh suaminya membeli kain sepanjang 10 jengkal di toko. Saat tiba di toko, ia memesan kain sesuai pesanan suaminya.

“Pak saya mau beli kain 10 jengkal,” pintanya ke penjual.
“Baik, ini kainnya 10 jengkal,” memberikan kain.

Ibu itu, pulang ke rumahnya dan menyerahkan kain itu ke suaminya. Suaminya mengukur kain itu, dia marah-marah.

Pesanan kainnya tidak sesuai permintaan. Dia mengukur ulang panjang kain itu, ternyata hanya 9 jengkal. Ia meminta istrinya datangi penjual kain.

“Bagaimana ini, pesanan saya 10 jengkal, malah diberikan 9 jengkal,” tanyanya dengan nada tinggi.

“Tidak, ini 10 jengkal. Lihat nih, saya  ukur, satu,dua, tiga…. sembilan, dan sepuluh. Tuh kan sepuluh jengkal,” jawabnya.

“Jelas jengkal suami kamu jengkalnya panjang dan besar,” jawabnya.

“Iya.. benar juga yah,” jawabnya.

Cerita ini menggambarkan, sulitnya jika kita tidak memiliki alat ukur standar untuk mengukur panjang.

Memudahkan komunikasi dibuatlah suatu sistem satuan yang digunakan di seluruh dunia.

Sistem ini dinamakan Sistem Internasional atau disingkat SI yang ditetapkan tahun 1960. SI ini dibagi menjadi dua, yakni besaran pokok dan turunan.

****
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, serta diikuti dengan satuan.

Satuan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran atau pembanding dalam suatu pengukuran tertentu. (*)

Referensi:

1. Prof Yohanes Surya, Ph.D, IPA Fisika Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan),Jakarta Grasindo.

2. Kemendikbud, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII, Jakarta, Putra Nugraha.

__Terbit pada
9 April 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *