Temukan PDF Format Ini, Segera Dihapus Itu Virus

Sabtu, pagi (Sabtu, 20 Maret), Tuan Guru mention di twiter resmi milik akun SiberPolri dan membaca sejumlah artikel di portal media online nasional, seperi CNBC Indonesia.

Di akun itu, Tuan Guru, membaca ajakan Bareskrim Polri agar waspada, penyebaran virus perangkat lunak menggunakan perantara Portable Document Format (PDF).

Bareskrim mengimbau warga selalu berhati-hatilah bila mendapat format dokumen PDF berakhiran *.exe karena itu virus.

 

Penyebaran virus ini disampaikan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri melalui akun twitter.

“Tahukah kamu? Jika kalian mengunduh file ‘PDF’ dan menghasilkan file yang berbentuk ‘exe’. Segera hapus karena itu adalah virus,” tulis akun SiberPolri.

Berkas PDF berakhiran.exe adalah file berkas palsu. Format dokumen PDF yang asli akan berakhiran.pdf.

“Jadi bila menemukan PDF berakhiran.exe jangan dibuka dan segera dihapus,” tulisnya.

Virus yang masuk ke komputer, laptop, gawai bisa saja akan merusak software yang Anda gunakan.

Selain itu, bisa saja penyamaran untuk mencuri data pribadi pemilik perangkat. Bahkan mengambilalih perangkat yang digunakan. Jadi waspadalah.

Bareskrim Polri mengimbau warga yang sering download aplikasi/file dari web tidak jelas.

“Hati-hati ada ancaman malware dalam aplikasi/file yang di-download, malware tersebut dapat mencuri data pribadi anda termasuk data perbankan,” tulis di akun twitter.

Saat ini dokumen PDF diminati dan sering digunakan selain Microsoft Office seperti Word, Excell dan sebagainya.

PDF atau Portable Document Format jenis format dokumen atau berkas untuk keperluan pertukaran dokumen digital yang dibuat oleh Adobe System tahun 1993.

Awalnya format PDF ini digunakan untuk kepentingan pertukaran dokumen digital.

Saat ini, dimanfaatkan untuk presentasi dokumen dua dimensi yang terdiri dari huruf, teks, grafik vector dan citra.

PDF sudah menjadi standar ISO dengan kode 32000-1:2008 sejak Juli 2008.

Kemudian, software untuk mengakses format PDF pun tidak hanya Adobe Reader saja, namun juga ada Foxit Reader, Adobe Flash, Sumatra PDF dan lainnya.(*)

__Terbit pada
20 Maret 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *