Zero to Hero

Hari ini, Tuan Guru senang, bukan dapat ampao. Pertama, Anak didik Tuan Guru juara favorit di Ajang Duta Pelajar Kota Parepare.

Kedua, buku Sami’na Wa Athona, karya bersama mahasiswa Tuan Guru mendarat cantik.

Juara favorit diraih itu bimbingan para sohib Tuan Guru. Saya membaca tulisan Bu Fitriani HS yang diupload di media sosial Facebook, memberi inspirasi bagi anak didik dan pendidik.

Bu Fitri bangga bukan karena juara, tapi anak didiknya mampu melawan ragu dan emosi dalam dada.

Guru IPS SMP Negeri 9 Parepare itu bercerita, ingin menyapa dua anak manusia yang baru mulai menapaki jejaknya sebagai penghias cerita.

Kisah itu membuat satu bab dalam kitab perjalanan hidup yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Bermula dari penawaran dan dijawab dengan keragu-raguan.

“Event ini sangat besar bagiku yang nol pengalaman Bu,” jawabnya tertunduk dan tak bernyali.

“Jangan pernah mengatakan tidak bisa, jika belum dilakukan. Kau tidak akan pernah bisa mengukur kemampuanmu jika kau tak pernah mencoba, keluar dari zona nyaman, dan katakan saya bisa,” hemm kalimat yang panjang meyakinkan.

“Iya bu, saya coba,” jawabnya yang masih terlihat ragu. Tahapan dilewati dengan perasaan tegang, melawan keraguan.

Terharu, kalian telah mampu mengalahkan rasa takut, berhasil melewati keadaan yang tak lazim dalam hidup kalian.

Ini bukan tentang juaramu. Tapi tentang kepuasan kita yang telah berusaha memberi dan melakukan yang terbaik.

Bahagia dan bangga menjadi bagian dari salah satu kisah klasik yang akan menjadi catatan cerita dalam hidup kalian.

“Saya ingin mengatakan, from zero to hero. Bukan untuk siapa-siapa. Bukan juga untuk membuktikan apa-apa.”

“From zero to hero untuk perkembangan mental kalian.
Teruslah mengasa kemauan agar lebih baik. Dunia dan semua petualangannya sedang menunggu.”

“Good Job, selamat buat Ananda Ridwan dan Humaira Qurrata Aini, serta Bu Fitri dkk. Bangga menjadi 9 Terdepan Sumangena Wija Asera.”(*)

__Terbit pada
8 Maret 2021
__Kategori
Lifestyle
2

2 comments on “Zero to Hero”

  1. Alhamdulillah, sy selalu suka membaca tulisan tuan guru yg satu ini, rangakain kata dlm tulisanx begitu indah. Salut …sy sedikit iri krn sy tdk mampu bertutur lewat tulisan Seperti tuan guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *