Kurangi Gaya (mu), Perkecil Tekanan

Ilustrasi: Fb tasawuf underground

Sejak tiga abad yang lalu, Sir Issac Newton, telah perkenalkan gaya dan gerak. Ahli Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, dan Filsafat itu menjadikan dasar dalam mekanika klasik.

Tapi, Tuan Guru tak akan ceritakan mekanika klasik. Saya ingin berbagi bagaimana hubungan gaya dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia kita mengenal tiga hukum Newton. Hukum Newton ini menggambarkan hubungan antara gaya (prilaku) yang bekerja pada suatu benda dan penyebab benda bergerak.

Saat di bangku SMP, kita mengenal tiga hukum Newton yang menjelaskan prilaku benda dan arah gerak sebuah benda.

Hukum Pertama Newton, setiap benda bergerak dengan kecepatan konstan jika ada gaya yang resultannya bekerja bukan nol.

Jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Benda itu akan diam jika tidak mendapatkan gaya. Kita kenal dengan F=0.

Hukum Kedua Newton, benda dengan massa mengalami gaya resultan dan akan mengalami percepatan yang arahnya sama dengan arah gaya.

Besarnya percepatan berbanding lurus terhadap gaya dan berbanding terbalik terhadap Massa. Semakin besar gaya atau prilaku makin besar percepatan.

Hukum Ketiga Newton, gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah gaya terbalik, dan segaris. Gaya yang bekerja sama. Namun arahnya berbeda.

Tuan Guru harus membaca literatur di Wikipedia, menerangkan Hukum Newton pertama dan kedua yang asli terdapat pada journal Principia Mathematica tahun 1687.

Penemuan monumental itu dipaparkan Sir Isaac Newton dalam karyanya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.

Lalu, bagaimana hubungan gaya dan tekanan. Menurut fisika gaya dan tekanan berbanding lurus.

Makin besar gaya yang diberikan, maka akan semakin besar pula tekanan yang diterima.

Gaya dalam kehidupan sehari-sehari biasanya dihubungkan dengan aktivitas atau prilaku manusia. Tingkah dan prilaku kita dinilai orang lain.

Semakin banyak bergaya atau aksi, maka akan semakin banyak tekanan yang ia terima.

“Tekanan berbanding lurus dengan gaya. Jika hidupmu penuh tekanan, berarti kamu mungkin kebanyakan gaya.”

Menurut Fisika tekanan merupakan gaya per satuan luas yang bekerja dalam arah tegak lurus suatu permukaan sebuah benda.

Hubungan antara tekanan, gaya tekan dan luas bidang sentuh. Tekanan sebanding dengan gaya. Semakin besar gaya yang menyebabkan tekanan, semakin besar.

Tekanan berbanding terbalik dengan luas permukaan. Semakin besar luas permukaan, maka tekanan semakin kecil.

Perkecil tekanan perluaslah silaturahmi dan persempit gaya (mu), hidupmu akan tenang dan rapih.

Jika mendapat tekanan yang kecil, maka yang dilakukan adalah perkecil gaya tekan dan perluas bidang tekan. Jika luas bidang tekannya besar, maka tekanannya semakin kecil.

Kedua besaran turunan itu selalu beriringan, jika gaya diperbesar, takanan juga besar. Beban dan tekanan kian besar. Banyak gaya (mu) menambah tekanan hidupmu.(*)

__Terbit pada
6 Maret 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *